kabartuban.com – Konflik internal perkempanjangan, yang berujung pada penutupan tempat kebaktian bagi umat Konghucu di area Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, beberapa hari yang lalu, membuat Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) turun gunung.
Hal tersebut di sampikan Kasat Intelkam Polres Tuban, AKP M. Sholeh, karena setelah melakukan upaya mediasi untuk menyelesaikan permasalahan itu, akan ditindaklanjuti dengan Matakin ke Tuban.
“Kita sudah berupaya, dan nanti Matakin akan kesini untuk menyelesaikan hal ini,” kata AKP M. Sholeh kepada awak media,Rabu (16/1/2019).
Lebih lanjut diterangkan, bahwasanya titik awal konflik ini terjadi sejak 2013 lalu, saat pemilihan pengurus klenteng. Salah satu dari pengurus di pecat tanpa ada konfirmasi atau pemecatan sepihak, sehingga memicu aksi penyegelan yang dilakukan oknum tersebut.
“Ya karena tak terima, sehingga di segel tempatnya,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Klenteng Kwan Sing Bio Gunawan Putra Wirawan, menolak jika menyebut ruang ibadah ditutup, kendati di pintu masuk ruang lithang terlihat rantai mengikat gagang pintu.
“Memang sejak dulu kebaktian hanya dilakukan jumat, gak ada ya ruang ibadah ditutup. Ya itu hanya masalah internal saja,” katanya. (Dur/Rul)
