kabartuban.com – Seribu lebih warga masyarakat yang menolak pembangunan kilang Tuban mengaku kecewa dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban dari daerah pemilihan (Dapil) lima (5), yang duduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, tidak ditemuai pendemo saat melakukan aksi dan menilai tidak berpihak kepada warga.
”Dulu meminta dan memohon kerumah kita untuk dipilih, sekarang kita datang ke DPRD tidak ada yang menemui,” ujar salah satu orator melalui pengeras suaranya.
Karena kekecewaan mereka, warga akan mengingat-ingat wakil rakyat dari wilayah mereka yang terbukti tidak berpihak kepada rakyat, apalagi saat warga datang untuk menyampaikan aspirasi, tidak satupun anggota dewan dari daerah pemilihan mereka ada ditempat.
“Jangan pilih wakil rakyat yang tidak mau menemui kita,” lanjutnya.
Senada dengan para orator, Munasih, warga Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, yang diwawancarai sejumlah awak media juga memenyampaikan rasa kecewa sangat mendalam, karena wakil mereka tidak ada satupun yang menemui mereka.
“Kami sangat kecewa, seharusnya mereka menemui, mereka wakil kami, ketika kondisi seperti ini tidak ada yang menemui, hanya satu saja, dan dapil Jenu tidak ada yang menemui,” ungkap Munasi.
Menurut Munasih, aksi penolakan yang dilakukan warga kembali meledak setelah mereka menerima informasi terkait turunya penentuan lokasi (Penlok). Sementara sejauh ini, menurut warga belum ada kata sepakat baik oleh warga maupun oleh pemerintah desa, sehingga Penlok dianggap tidak sesuai aturan.
“Kami ingin menyampaikan aspirasi, karena kabarnya Penlok sudah turun, kami tidak menerima Penlok itu, kami menolak. Penlok seharusnya ada setelah kesepakatan antara perusahaan dengan desa, pemerintah desa sudah menyampaikan surat menolak. Kalau sampai ada penlok turun berarti penlok melanggar hukum,” katanya.
Hingga hari ini, warga masih ngotot menolak rencana pembangunan kilang minyak diwilayah mereka, dengan alasan lahan pertanian mereka yang produktif. Pembangunan kilang minyak dilahan pertanian dinilai hanya akan menyengsarakan mereka sebagai petani, jika masih terus dipaksanakn.
“Kami menolak karena lahan pertanian milik kami,” imbuh Munasih.
Terkait tiadanya anggota dewan dapil Jenu yang diminta warga untuk menemui, satu satunya anggota DPRD Tuban, Nurhadi Sunar Indro mengatakan, jika anggota DPRD hari ini ada kegiatan diluar, sehingga tidak ada di kantor.
“Surat yang kami terima, akan kami sampaikan kepada ketua untuk dijadwalkan pembahasanya. Anggota dewan ada kegiatan diluar,” kata Nurhadi, tidak banyak memberian penjelasan. (Luk/Rul)
