Home HEADLINE Cuaca Buruk Hambat Evakuasi MT Abigail W, Kapal Baru Bergeser Beberapa Meter

Cuaca Buruk Hambat Evakuasi MT Abigail W, Kapal Baru Bergeser Beberapa Meter

7

kabartuban.com – Lebih dari sepekan berlalu sejak kapal tanker MT Abigail W kandas di perairan Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, namun hingga kini upaya evakuasi belum membuahkan hasil. Cuaca yang tidak bersahabat menjadi tantangan utama tim gabungan dalam memindahkan kapal ke lokasi yang lebih aman.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Kelas III Tanjung Pakis, C. Metropolitan Jaya, mengatakan bahwa proses penarikan terpaksa dihentikan sementara setelah hampir satu minggu dilakukan berbagai upaya evakuasi. Dua unit assist tug boat telah dikerahkan dengan sejumlah metode dan konfigurasi penarikan, namun kapal hanya bergeser beberapa meter dari titik awal kandas.

“Evakuasi belum berhasil dan sementara kita hentikan karena faktor cuaca. Selama hampir satu minggu kita lakukan penarikan, namun hasilnya belum maksimal,” ujar Metropolitan, Sabtu (31/1/2026).

Sebagai langkah lanjutan, pihak syahbandar menyiapkan alternatif strategi dengan menerjunkan tim penyelam untuk melakukan pengamatan langsung di lokasi. Metode penyelaman on the spot ini dilakukan guna memastikan kondisi lunas kapal tetap aman sebelum proses evakuasi dilanjutkan.

Selain itu, tim juga merencanakan penggunaan kapal AHTS (Anchor Handling Tug Supply) dengan kapasitas daya mesin yang lebih besar. Kapal ini diharapkan mampu membantu proses evakuasi dengan metode penarikan maupun towing terhadap MT Abigail W.

Meski evakuasi berjalan alot, pihak berwenang memastikan insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun pencemaran lingkungan. Hal tersebut disebabkan kapal tanker tersebut dalam kondisi tanpa muatan saat mengalami kandas.

“Tidak ada korban jiwa dan tidak ada pencemaran minyak karena kapal dalam kondisi nihil muatan,” jelasnya.

Syahbandar bersama tim terkait terus bersiaga setiap hari mulai pukul 08.00 WIB. Sebelum turun ke lapangan, dilakukan rapat internal untuk menentukan opsi terbaik yang akan diterapkan, dengan tetap mengacu pada pembaruan prediksi cuaca dari BMKG.

Rencana penarikan kapal akan dilakukan pada saat kondisi air laut berada di titik pasang tertinggi, menyesuaikan dengan dinamika cuaca di wilayah perairan Tuban yang masih fluktuatif.

Pihaknya juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait kepemilikan kapal. Ia menegaskan bahwa MT Abigail W merupakan milik PT Indo Nusantara Line, bukan PT Pertamina Trans Kontinental seperti yang ramai diberitakan sebelumnya.

Hingga kini, upaya evakuasi masih terus diupayakan dengan mengedepankan faktor keselamatan, kondisi cuaca, serta perlindungan lingkungan perairan Pantai Panduri. (fah)