Lautan Bus Ziarah Wali Songo Padati Tuban, Parkiran Sunan Bonang Overload

kabartuban.com – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H, kawasan wisata religi Makam Sunan Bonang di Kabupaten Tuban dipadati ribuan peziarah. Pada Jumat (30/1/2026), sekitar 8.300 peziarah asal Pondok Pesantren (PP) Walisongo, Kabupaten Situbondo, memadati area makam salah satu Wali Songo tersebut sejak pagi hari.

Kedatangan rombongan besar ini menggunakan 152 unit bus, yang secara langsung membuat area parkir Kebonsari tak mampu menampung seluruh kendaraan. Akibatnya, ratusan bus terpaksa diparkir di bahu jalan, mulai dari perempatan Taman Kapur hingga depan Pasar Baru Kabupaten Tuban. Meski sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas, situasi tetap terkendali dengan pengaturan dari petugas kepolisian dan panitia rombongan.

Arus peziarah tampak mengalir tanpa henti menuju kompleks makam. Dengan mengenakan seragam khas pesantren dan membawa perlengkapan ibadah, para santri mengikuti rangkaian doa dan tahlil dengan khidmat.

Di balik lautan peziarah, keberkahan ekonomi turut dirasakan warga sekitar. Para pedagang makanan, minuman, hingga pernak-pernik religi tampak di penuhi pembeli. Lapak-lapak sederhana yang berjejer di sepanjang jalan dipenuhi peziarah yang beristirahat sambil berbelanja.

“Alhamdulillah, ramai sekali hari ini. Dan dagangan pun laris mas,” ujar salah satu pedagang.

Tak hanya pedagang, para tukang becak di kawasan wisata religi Sunan Bonang juga kebanjiran rezeki. Mereka silih berganti mengantar peziarah dari titik parkir menuju area makam.

Salah satu panitia keamanan Ziarah Wali Songo asal Situbondo yang enggan di sebutkan namanya mengungkapkan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan banyak orang.

“kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh santri saja akan tetapi juga diikuti oleh masyarakat umum, Bahkan setiap tahun yang ikut ziarah semakin bertambah, Mas,” ujarnya sambil tersenyum.

Rombongan peziarah berangkat dari Situbondo pada Kamis pagi dan tiba di Tuban pada malam hari. Setelah perjalanan panjang, para peziarah bermalam di kawasan Makam Asmoro Qondi, Kecamatan Palang. Sebelum keberangkatan, tim panitia juga melakukan persiapan matang. Kurang dari dua bulan sebelumnya, mereka telah meninjau lokasi ziarah untuk memastikan kenyamanan dan keamanan peserta selama perjalanan.

Suasana di jalur Pantura pada hari keberangkatan pun terlihat luar biasa. Iring-iringan bus pariwisata membawa ribuan jamah memasuki perbatasan Tuban, menciptakan pemandangan yang menyerupai “lautan bus” dari kejauhan.

Kanit Turjagwali Satlantas Polres Tuban, IPDA Rizky Dwi Prasetyo, memantau langsung pergerakan massa yang sangat padat ini. Menurutnya, fokus utama pengamanan adalah memastikan peziarah yang berjalan kaki dari area parkir menuju makam dapat melintas dengan aman tanpa mengganggu arus lalu lintas utama.

“Giat kami kali ini fokus pada pengamanan pergerakan peziarah dari parkiran menuju lokasi ziarah agar tidak menghambat arus lalu lintas utama,” tegas IPDA Rizky.

Untuk menjaga kelancaran perjalanan, pihak Satlantas Polres Tuban menurunkan 20 petugas yang disiagakan di titik-titik penyeberangan dan persimpangan jalan. Petugas memastikan keamanan jemaah serta kelancaran kendaraan di jalur utama.

Selain itu, Satlantas menerapkan rekayasa lalu lintas sementara.

“Kami menutup satu arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada dari arah Perempatan Karangwaru menuju Taman Kapur karena terminal bus mengalami overload,” jelas Rizky.

Pria kelahiran Bojonegoro itu mengatakan bahwa, Rombongan peziarah nantinya akan melanjutkan perjalanan menuju Makam Sunan Kudus dan Sunan Muria di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Agar tidak menimbulkan kemacetan, pihak kepolisian akan memecah rombongan bus menjadi beberapa kelompok.

“Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan di Pantura, mengingat jarak Kota Tuban menuju perbatasan Rembang sekitar satu jam perjalanan,” tambah Rizky.

Fenomena ribuan peziarah yang memadati jalur Pantura tidak hanya menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap wisata religi, tetapi juga menjadi momen silaturahmi lintas daerah. Suasana penuh semangat dan hikmat menyelimuti setiap langkah peziarah, sementara panitia dan petugas kepolisian sibuk memastikan semua berjalan aman dan lancar.

Ziarah Wali Songo ini bukan sekadar perjalanan religi, tetapi juga pertemuan budaya dan tradisi, yang memperkuat nilai silaturahmi, kesabaran, dan disiplin di tengah keramaian. (fah)

Populer Minggu Ini

Pemkab Tuban Tegas, Tolak Outlet 23 HWG Beroperasi di Tuban

kabartuban.com - Pemerintah Kabupaten Tuban menegaskan sikap tegas terhadap...

Jalan Pantura Bancar Licin Akibat Pasir, DPRD Tuban Panggil Pengusaha Pencucian Pasir

kabartuban.com - Kondisi jalan licin di jalur nasional Pantura,...

Warga Borehbangle Merakurak Geger, Seorang Lansia Ditemukan Tak Bernyawa

kabartuban.com – Warga Dusun Borehbangle, Desa Borehbangle, Kecamatan Merakurak,...

Ansor dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tuban Kompak Tolak Kehadiran Holywings

kabartuban.com - Identitas Kabupaten Tuban sebagai daerah yang lekat...

Asyik Bermain di Sungai, Bocah di Parengan Tewas Tenggelam

kabartuban.com - Insiden tragis terjadi di Sungai Kalikening, Desa...

Artikel Terkait