kabartuban.com – Momentum Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Tuban diperkirakan meningkat signifikan. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban mengambil langkah cepat dengan mengajukan tambahan pasokan tabung gas melon sebanyak lebih dari 51 ribu unit.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi rumah tangga tetap aman sekaligus mencegah potensi kelangkaan yang kerap terjadi saat momen hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Tuban, Gunadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga guna menambah distribusi LPG bersubsidi di wilayahnya. Sebelumnya, sekitar 50 ribu tabung telah lebih dulu disalurkan, dan pada Jumat (20/3/2026) direncanakan tambahan distribusi sebanyak 51.880 tabung.
“Penambahan ini merupakan langkah antisipatif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Lebaran,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada penambahan stok, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya tata kelola distribusi yang tepat di lapangan. Gunadi menegaskan bahwa pangkalan resmi seharusnya menjadi jalur utama penyaluran LPG kepada masyarakat.
Menurutnya, selama ini kelangkaan yang terjadi di tingkat pengecer seringkali disebabkan oleh distribusi yang tidak proporsional. Ia menilai, jika pangkalan menjual langsung kepada masyarakat dan hanya sebagian kecil dialokasikan ke pengecer, maka stabilitas harga dan ketersediaan barang dapat lebih terjaga.
“Formula yang tepat adalah pangkalan melayani langsung kebutuhan warga. Pengecer tetap ada, tetapi porsinya dibatasi agar distribusi tidak timpang,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi memicu kepanikan dan memperparah kondisi di lapangan. Pemerintah, kata dia, menjamin bahwa stok LPG dalam kondisi cukup selama distribusi berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk proaktif melaporkan jika menemukan adanya kelangkaan atau kendala distribusi di wilayahnya. Gunadi menuturkan bahwa setiap pangkalan LPG telah dilengkapi dengan nomor pengaduan yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.
“Kalau ada kelangkaan atau masalah distribusi, jangan ragu untuk melapor. Di setiap pangkalan sudah tersedia nomor pengaduan, dan kami siap menindaklanjuti,” tegasnya.
Dengan kombinasi antara penambahan pasokan dan pengawasan distribusi, Pemerintah Kabupaten Tuban berharap situasi tetap kondusif. Ketersediaan LPG 3 kilogram diharapkan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas, khususnya selama perayaan Lebaran, dengan tenang tanpa kekhawatiran kekurangan energi. (fah)
