Ratusan Warga Tuban Pilih Berpisah di Tengah Ramadan hingga Lebaran

kabartuban.com – Di saat suasana bulan suci Ramadan hingga momen Lebaran identik dengan kebersamaan dan kehangatan keluarga, fenomena berbeda justru terjadi di Kabupaten Tuban. Ratusan pasangan memilih mengakhiri rumah tangga mereka.

Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Tuban periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 497 perkara perceraian. Angka ini menunjukkan tren yang cukup tinggi, bahkan saat memasuki Ramadan dan mendekati Idulfitri.

Dari data tersebut, Maret menjadi bulan tertinggi dengan 188 perkara, disusul Januari 155 perkara dan Februari 154 perkara.

Menariknya, faktor paling dominan penyebab perceraian bukanlah persoalan klasik seperti perselingkuhan atau kekerasan, melainkan perselisihan dan pertengkaran yang terjadi terus-menerus, dengan total mencapai 232 kasus. Di posisi berikutnya, faktor ekonomi menyumbang 223 kasus.

Panitera Muda Permohonan PA Tuban, Wawan, mengungkapkan bahwa lonjakan perkara perceraian di awal tahun hingga Ramadan ini menunjukkan kompleksitas persoalan rumah tangga masyarakat.

“Mayoritas perkara yang masuk didominasi oleh konflik berkepanjangan dalam rumah tangga. Selain itu, faktor ekonomi juga cukup tinggi dan menjadi pemicu utama,” jelas Wawan saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, meskipun Ramadan dikenal sebagai bulan penuh refleksi dan perbaikan diri, tidak sedikit pasangan yang justru menjadikan momen ini sebagai titik akhir dari konflik yang sudah lama terjadi.

“Banyak pasangan yang sebenarnya sudah mengalami masalah sejak lama. Ramadan justru menjadi momentum mereka mengambil keputusan, termasuk untuk berpisah,” imbuhnya.

Fenomena ini menjadi ironi tersendiri. Di saat sebagian masyarakat mempererat hubungan keluarga dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan, sebagian lainnya justru memilih jalan berbeda mengakhiri rumah tangga.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin angka perceraian di Tuban sepanjang 2026 akan kembali meningkat, terutama pasca-Lebaran yang biasanya juga diikuti lonjakan perkara baru.

Kondisi ini menjadi catatan penting, bahwa di balik hangatnya suasana Ramadan dan Lebaran, masih ada persoalan rumah tangga yang belum terselesaikan hingga berujung pada perpisahan. (fah)

Populer Minggu Ini

Razia Balap Liar di Tuban: 71 Motor Disita dan di Tilang, Pelaku Dihukum Dorong Kendaraan 4 Kilometer

kabartuban.com - Aksi balap liar di Jalan Soekarno Hatta,...

Kiai Idris Djamaluddin, Membangun Misi Dakwah dan Keberlangsungan Tradisi Keilmuan Pesantren di Masyarakat

Lamongan - Perjuangan Ulama di Jawa Timur untuk mengejawantahkan...

Air Mata AMT Tuban Pecah, Aksi Mogok Berujung Buntu, Dua Rekan Tetap Dipecat

kabartuban.com - Harapan ratusan Awak Mobil Tangki (AMT) di...

235 Desa di Tuban Masih ‘Gigit Jari’, Dana Desa Belum Cair Hingga April

kabartuban.com - Penyaluran Dana Desa (DD) di Kabupaten Tuban...

Ketegangan Memuncak di TBBM Tuban, AMT Tantang Tekanan PHK Massal

kabartuban.com - Ketegangan antara ratusan Awak Mobil Tangki (AMT)...

Artikel Terkait