kabartuban.com -Suasana haru dan bahagia mewarnai Pendopo Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Kamis (21/05/2026). Sebanyak 16 pasangan resmi mengikat janji suci dalam program nikah massal yang digelar Kodim 0811 Tuban dalam rangka penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026.
Prosesi pernikahan berlangsung meriah dengan balutan dekorasi bernuansa adat Jawa. Para pengantin tampil anggun mengenakan busana tradisional lengkap dengan rias pengantin yang seluruhnya disediakan secara gratis.
Tak hanya nikah massal, kegiatan sosial tersebut juga dirangkai dengan khitan massal yang diikuti 12 peserta dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Komandan Kodim 0811 Tuban, Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat, khususnya pasangan yang selama ini belum menikah secara resmi karena terkendala biaya maupun administrasi.
“Peserta nikah massal ada 16 pasangan, sedangkan khitan massal diikuti 12 peserta. Semua berjalan lancar dan masyarakat sangat antusias,” ungkapnya.
Menariknya, peserta nikah massal berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Tuban dengan rentang usia yang cukup beragam. Pengantin termuda berusia 19 tahun, sementara peserta tertua mencapai usia 62 tahun.
Seluruh kebutuhan peserta, mulai dari pengurusan administrasi pernikahan, rias pengantin hingga busana adat, difasilitasi tanpa biaya melalui kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban.
Menurut Dandim, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, namun juga bagian dari upaya membantu masyarakat memperoleh legalitas pernikahan secara negara dan agama.
“Kami ingin membantu masyarakat yang belum mampu atau belum sempat mengurus administrasi pernikahan. Harapannya, mereka bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan lebih tenang dan berkah,” jelasnya.
Ia pun mendoakan seluruh pasangan agar menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
Salah satu peserta, Ike Novia Susanti (27), warga Kecamatan Kerek, mengaku bersyukur bisa mengikuti program tersebut bersama pasangannya, Cholil (31).
Menurutnya, fasilitas yang diberikan sangat membantu, mulai dari proses administrasi hingga perlengkapan pengantin.
“Alhamdulillah sangat terbantu karena semuanya gratis. Rias dan pakaian pengantin juga disiapkan,” ujarnya.
Ike berharap kegiatan serupa dapat terus digelar karena dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat kecil yang ingin menikah secara resmi namun terkendala biaya. (fah)
