Diduga Langgar SOP Penyaluran Bio Solar, SPBU Dasin Disanksi Pertamina Tak Dapat Pasokan Selama Sebulan

kabartuban.com – Di tengah panjangnya antrean kendaraan yang berburu Bio Solar subsidi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tuban, pemandangan berbeda justru terlihat di SPBU Dasin 54.623.18, Kecamatan Jenu

Jika SPBU lain dipadati truk dan kendaraan niaga yang mengantre sejak pagi, jalur pengisian Bio Solar subsidi di SPBU Dasin tampak lengang tanpa satu pun kendaraan yang mengantre. Kondisi tersebut bukan disebabkan stok solar habis, melainkan karena SPBU tersebut untuk sementara waktu tidak mendapatkan pasokan Bio Solar subsidi dari Pertamina.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, SPBU Dasin tidak menerima penyaluran Bio Solar subsidi selama satu bulan penuh, terhitung mulai 1 hingga 30 Juni 2026.

Pantauan di lokasi pada Selasa (2/6/2026), sebuah banner besar terpasang di pintu masuk SPBU. Dalam banner tersebut tertulis bahwa SPBU 54.623.18 sedang menjalani masa pembinaan dari PT Pertamina Patra Niaga sehingga tidak dapat menyalurkan Bio Solar subsidi untuk sementara waktu.

Tulisan tersebut sontak menjadi perhatian para pengemudi yang hendak mengisi bahan bakar. Tak sedikit sopir truk yang terpaksa mengurungkan niatnya dan mencari SPBU lain meskipun harus menghadapi antrean panjang.

Salah seorang sopir truk, Susanto, mengaku sempat berniat mengisi solar di SPBU Dasin. Namun setelah melihat pemberitahuan yang terpasang di depan lokasi, ia memilih melanjutkan perjalanan mencari SPBU lain yang masih melayani penyaluran Bio Solar subsidi.

“Awalnya saya mau isi solar di sini, tapi ternyata tidak ada penyaluran dan ada tulisan pemberitahuan di depan. Akhirnya saya harus cari SPBU lain. Padahal di beberapa SPBU lainnya antreannya panjang,” ujarnya.

Kondisi tersebut menambah beban para pengemudi angkutan barang yang saat ini tengah menghadapi kelangkaan solar subsidi di sejumlah wilayah Tuban. Selain harus mengantre lebih lama, mereka juga harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya untuk mendapatkan bahan bakar.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait penghentian sementara penyaluran Bio Solar subsidi, salah seorang karyawan SPBU Dasin enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia hanya menyarankan agar awak media menghubungi pihak Pertamina.

“Langsung konfirmasi ke Pertamina saja, Mas,” katanya singkat.

Terpisah, Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membenarkan bahwa SPBU Dasin saat ini sedang menjalani masa pembinaan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil pemeriksaan yang menemukan adanya layanan penyaluran Bio Solar subsidi yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“SPBU tersebut dibina berdasarkan tindak lanjut hasil pengecekan karena terdapat layanan yang tidak sesuai dengan SOP penyaluran produk Bio Solar,” ujar Ahad.

Namun saat ditanya lebih rinci mengenai bentuk pelanggaran atau ketidaksesuaian SOP yang dimaksud, Ahad tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Belum adanya keterangan detail mengenai temuan tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terlebih di saat kebutuhan Bio Solar subsidi bagi sektor transportasi dan logistik sedang tinggi.

Dengan masa pembinaan yang berlangsung hingga akhir Juni 2026, para pengguna solar subsidi yang biasa mengisi di SPBU Dasin untuk sementara harus mencari alternatif SPBU lain sambil menunggu penyaluran kembali dibuka oleh Pertamina. (fah)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya