kabartuban.com – Di tengah ketatnya persaingan kerja di dalam negeri, bekerja ke luar negeri masih menjadi pilihan banyak warga Kabupaten Tuban untuk memperbaiki taraf hidup keluarga. Dalam lima bulan pertama tahun 2026, tercatat sebanyak 73 warga Tuban berangkat sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Data Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tuban menunjukkan, dari total 73 PMI yang diberangkatkan sejak Januari hingga Mei 2026, sebanyak 44 orang merupakan perempuan dan 29 lainnya laki-laki.
Berdasarkan keterangan kepala disnakerin Tuban, Rohman Ubaid mengatakan bahwa Negara tujuan yang saat ini paling diminati para PMI asal Tuban adalah Hong Kong, dan Taiwan, Negara-negara tersebut dinilai masih menawarkan peluang kerja dengan penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan serupa di dalam negeri.
“Yang lagi tren sekarang Hong Kong sama Taiwan,,” ujarnya
Mayoritas calon PMI yang berangkat masih berada pada rentang usia produktif, yakni awal 20-an tahun. Faktor ekonomi menjadi alasan utama mereka memilih mencari pekerjaan di luar negeri.
“Rata-rata karena ingin memperbaiki ekonomi keluarga. Mereka melihat peluang penghasilan di luar negeri lebih besar dibandingkan bekerja di Indonesia,” jelasnya.
Untuk pekerja perempuan, sektor rumah tangga masih menjadi tujuan utama penempatan, termasuk sebagai pengasuh anak dan pendamping lansia. Sementara pekerja laki-laki lebih banyak terserap di sektor industri, konstruksi, hingga perkebunan.
Sebelum diberangkatkan, para calon PMI wajib mengikuti pelatihan keterampilan dan memiliki sertifikat kompetensi sesuai bidang pekerjaan yang akan dijalani. Selain itu, seluruh dokumen administrasi, mulai perjanjian kerja hingga izin perusahaan penyalur, diverifikasi oleh pemerintah sebelum keberangkatan.
Setelah pengajuan melalui sistem daring, calon PMI akan dipanggil ke Dinas Ketenagakerjaan untuk pemeriksaan berkas secara langsung sebelum diterbitkan identitas pekerja migran.
“Kami memastikan semua dokumen lengkap, mulai perjanjian kerja, sertifikat keterampilan, hingga izin keluarga sebelum diterbitkan ID PMI,” terangnya.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah PMI yang berangkat pada awal tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan. Dalam kurun waktu lima bulan saja, jumlah keberangkatan sudah mencapai lebih dari 73 orang.
Dinas Ketenagakerjaan Tuban juga menegaskan tidak memungut biaya apa pun dalam proses pelayanan administrasi PMI. Seluruh biaya yang berkaitan dengan penerbitan identitas pekerja migran dilakukan tanpa pungutan.
Peningkatan jumlah PMI ini menjadi gambaran bahwa bekerja ke luar negeri masih dianggap sebagai salah satu solusi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia di daerah. (fah)
