kabartuban.com – Di tengah tekanan kelebihan kapasitas yang masih membayangi industri semen nasional, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) memilih melirik pasar global sebagai mesin pertumbuhan baru. Perusahaan resmi mengoperasikan fasilitas ekspor terintegrasi di Tuban, Jawa Timur, yang ditargetkan mampu mengirim hingga 450 ribu metrik ton semen ke pasar internasional pada tahun pertama operasional.
Langkah ini menandai babak baru transformasi bisnis perusahaan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri bahan bangunan dunia. Fasilitas yang memiliki kapasitas ekspor hingga 1 juta ton semen per tahun tersebut dibangun melalui kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation, salah satu produsen semen terbesar asal Jepang.
Ekspor perdana telah dilakukan pada akhir Mei 2026 dengan tujuan Amerika Serikat. Pasar tersebut dipilih karena tingginya kebutuhan semen khusus yang memenuhi standar konstruksi dan karakteristik tanah di wilayah Pantai Barat AS.
Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan fasilitas ekspor Tuban menjadi strategi perusahaan untuk meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus membuka pasar baru di tengah persaingan industri semen domestik yang semakin ketat.
“Fasilitas ekspor Tuban merupakan langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan utilitas, memperluas pasar, dan mendorong pertumbuhan melalui ekspor. Dengan dukungan fasilitas terintegrasi serta sinergi bersama SIG dan Taiheiyo Cement Corporation, kami siap menghadirkan semen tipe khusus berkualitas tinggi bagi pelanggan internasional,” ujarnya.
Kemitraan dengan Taiheiyo Cement Corporation juga membuka peluang bagi produk semen Indonesia untuk menembus pasar yang memiliki persyaratan teknis ketat. Semen yang diekspor dari Tuban telah memenuhi standar ASTM C-150 Tipe II/V, yakni semen tahan sulfat yang banyak digunakan untuk proyek konstruksi di Amerika Serikat.
Vice President and Representative Director Taiheiyo Cement Corporation, Shinji Fukami, menilai kerja sama tersebut tidak hanya memperluas pasar ekspor, tetapi juga berpotensi meningkatkan devisa negara dan mendorong pemanfaatan kapasitas industri nasional.
“Kami telah memastikan teknologi manufaktur Solusi Bangun Indonesia mampu memproduksi semen sesuai standar Amerika Serikat. Produk ini sangat sesuai untuk kebutuhan konstruksi di wilayah Pantai Barat AS,” kata Fukami.
Keunggulan fasilitas ekspor Tuban terletak pada sistem logistiknya yang terintegrasi. Terminal mampu melayani kapal hingga 50.000 DWT dan didukung tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer yang menghubungkan langsung area produksi dengan dermaga.
Selain itu, fasilitas dilengkapi ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam yang memungkinkan semen dikirim langsung dari pabrik ke kapal tanpa banyak proses pemindahan. Sistem ini tidak hanya mempercepat pengiriman, tetapi juga menjaga kualitas produk dan efisiensi operasional.
Teknologi ship loader yang digunakan mengadopsi sistem penanganan material tertutup sehingga mampu meminimalkan emisi debu selama proses pemuatan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menerapkan operasional yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan standar keselamatan kerja.
Untuk menjaga konsistensi mutu produk ekspor, SBI menerapkan pengawasan kualitas secara berlapis mulai dari proses produksi, penyimpanan hingga pemuatan ke kapal. Prosedur keselamatan juga diterapkan secara ketat di seluruh area operasional.
Dengan beroperasinya fasilitas ekspor Tuban, Solusi Bangun Indonesia tidak hanya memperluas pasar di luar negeri, tetapi juga memperkuat daya saing industri semen nasional. Dari pesisir utara Jawa Timur, semen produksi Indonesia kini mulai menapaki pasar global dan bersaing di salah satu pasar konstruksi terbesar di dunia. (fah)
