Barcode BBM Subsidi Dipakai untuk Transaksi Orang Lain, SPBU Margosuko Akui Kelalaian Operator

kabartuban.com – Keluhan terkait dugaan penyalahgunaan barcode pembelian BBM subsidi di SPBU 53.623.28 Margosuko, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, ramai menjadi perbincangan di media sosial. Seorang pelanggan mengaku kuota solar bersubsidinya berkurang setelah barcode miliknya diduga digunakan untuk melayani kendaraan lain.

Keluhan tersebut pertama kali diunggah akun Facebook bernama Esan dan kemudian menyebar di sejumlah grup media sosial. Dalam unggahannya, pemilik barcode mengaku kecewa lantaran kuota BBM subsidi miliknya habis bukan karena digunakan sendiri, melainkan dipakai saat pengisian kendaraan lain.

“Kanggo petugas SPBU Kandang Margosuko Bancar sing jogo sift tanggal 12-07-2026 jam 15.35 muncul o kang, koe sing nyolong barcode solarku,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Unggahan itu memicu beragam tanggapan dari warganet yang mempertanyakan keamanan penggunaan barcode dalam penyaluran BBM subsidi.

Menanggapi hal tersebut, Mandor SPBU Margosuko Bancar, Pendik, membenarkan adanya kekeliruan saat proses pengisian BBM. Ia menjelaskan, operator kurang teliti saat mencocokkan nomor polisi kendaraan dengan data barcode yang tersimpan di sistem.

“Operator kurang teliti melihat nomor polisi kendaraan,” kata Pendik saat dikonfirmasi.

Menurutnya, persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Operator telah meminta maaf kepada pelanggan yang dirugikan, begitu pula kepada pihak yang menggunakan barcode tersebut.

“Pihak operator sudah klarifikasi minta maaf dan tidak mengulangi nya lagi untuk lebih teliti sesuai nopol kendaraan, dan sudah menghubungi pihak sopir untuk damai dan masalah selesai karna yang memakai juga pihak sopir temannya. Operator juga sudah kami beri sanksi dan besok akan bertemu langsung dengan owner,” jelasnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rehadi, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan terhadap petugas di SPBU yang bersangkutan.

“Kami akan melakukan pengecekan kepada petugas di lapangan. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pelanggan disarankan melakukan refresh barcode secara berkala, sedangkan untuk SPBU akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Ahad juga mengimbau masyarakat agar rutin melakukan refresh barcode, maksimal satu kali dalam sehari, menjaga kerahasiaan barcode, serta memastikan data kendaraan yang terdaftar selalu diperbarui agar tidak terjadi kesalahan maupun penyalahgunaan dalam penyaluran BBM subsidi. (fah)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya