Gobak Sodor hingga Egrang, Pelajar Tuban Kembali Nikmati Olahraga Tradisional

kabartuban.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan semakin lekatnya kehidupan anak-anak dengan gadget, suasana berbeda tampak dalam kegiatan Lomba Olahraga Tradisional yang digelar di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti sekitar 15 sekolah jenjang SMA, SMK, SMP, dan sederajat dari berbagai wilayah di Kabupaten Tuban. Sejumlah permainan olahraga tradisional diperlombakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gobak Sodor yang diikuti regu putri, Egrang secara perorangan dengan tiga peserta dari masing-masing sekolah, serta Sumpitan yang diikuti satu regu putra dan satu regu putri.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tuban, Arif Handoyo, S.H., M.H., mengatakan antusiasme pelajar dalam mengikuti perlombaan terlihat cukup tinggi. Bahkan, jumlah peserta terus bertambah dari masing-masing kelompok lomba.

“Sebenarnya hari ini terus bertambah pesertanya, namun memang kita batasi karena memang waktunya kita laksanakan 1 hari. Jadi, pesertanya cukup banyak dari masing-masing tim ada kurang lebih 15 orang, sehingga total sampai sekitar 150an,” tutur Arif Handoyo saat memberikan keterangan.

Menurut Arif, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk kembali mengenalkan olahraga dan permainan tradisional kepada generasi muda. Di tengah dominasi aktivitas digital, pelajar diajak untuk sejenak meninggalkan gadget dan kembali menikmati permainan yang mengedepankan aktivitas fisik, interaksi sosial, serta kebersamaan.

Ia menjelaskan, olahraga tradisional memiliki nilai edukatif yang penting bagi perkembangan para siswa, terutama dalam membangun kebersamaan, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya permainan tradisional.

“Kita menghilangkan sejenak terkait penggunaan gadget, mereka Kembali ke alam, mereka Kembali ke permainan tradional yang lama, dan mengenang masa-masa kecil, kebersamaan dan lain sebagainya yang tentunya akan menggugah anak-anak ini untuk mencintai olahraga tradisional,” ujarnya.

Tingginya antusiasme masyarakat dan pelajar juga mendorong KORMI Kabupaten Tuban untuk terus mengembangkan kegiatan serupa. Bahkan, gerakan untuk mengenalkan dan menyebarluaskan olahraga tradisional mulai dilakukan di sejumlah wilayah.

“Tadi ada informasi di Jatirogo, dari KKGOnya sudah mulai mensosialisasi dan menyebarluaskan terkait dengan olahraga tradisional,” tambahnya.

Kegiatan perlombaan olahraga tradisional bagi pelajar ini bukan kali pertama digelar di Kabupaten Tuban. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan pada 2023 dalam rangka Bupati Cup Kabupaten Tuban, saat Arif Handoyo pertama kali terpilih sebagai Ketua KORMI Kabupaten Tuban.

Menurutnya, penyelenggaraan pada 2026 ini menjadi pelaksanaan kedua, meski dikemas dalam momentum yang berbeda.

“2023 pada waktu pertama kali terpilih menjadi Ketua KORMI, kita adakan Bupati Cup yang diikuti pelajar untuk lomba olahraga tradisional, ini yang kedua sebenernya. Cuma momennya saja yang berbeda-beda. Kalau dulu Bupati Cup, ini nanti dalam rangka ulang tahun Kemerdekaan RI,” terang Arif.

Selain menjadi sarana pelestarian olahraga tradisional, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya KORMI Kabupaten Tuban untuk menemukan dan mengembangkan potensi pelajar di bidang olahraga tradisional. Para peserta yang menunjukkan prestasi nantinya berpeluang mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

“Anak-anak berprestasi dari sini akan, InsyaAllah akan kita kirim untuk mengikuti Festival Olahraga Daerah Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Jember,” ujarnya.

Antusiasme juga dirasakan langsung oleh para peserta. Tiga siswa SMP Al-Uswah Tuban, Bilqis, Aura, dan Atta, yang mengikuti perlombaan Gobak Sodor, mengaku senang dapat mengikuti perlombaan tersebut. Bagi mereka, kegiatan ini menjadi pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk merasakan keseruan permainan tradisional secara langsung.

“Seru banget, excited dari tadi, ada pengalaman, harapannya sih bisa ikut lagi,” ujar mereka.

Hal senada disampaikan Alfan dan Oki Ananta dari MTsN 3 Tuban yang mengikuti lomba Terompah Panjang. Keduanya mengaku antusias mengikuti perlombaan dan berharap dapat meraih hasil terbaik.

“Excited sekali dan harapannya kita gak cuma antisipasi tetapi juga menjadi juara,” tutur mereka.

Lomba Olahraga Tradisional dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di tengah generasi muda, meski mereka tumbuh dalam lingkungan yang semakin dekat dengan teknologi digital.

Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, kegiatan tersebut menghadirkan ruang bagi para pelajar untuk bergerak, berinteraksi, bekerja sama, dan merasakan kembali keseruan permainan yang sarat dengan nilai kebersamaan. Antusiasme para peserta menjadi sinyal positif bahwa olahraga tradisional masih dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang menarik sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya di Kabupaten Tuban.

Dengan dukungan sekolah, komunitas, pemerintah daerah, dan KORMI, kegiatan serupa diharapkan dapat terus digelar secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak generasi muda mengenal, mencintai, dan turut melestarikan olahraga tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. (Tari)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya