Semarak Maulid Nabi di Tuban, Majelis Sholawat Digelar Bergantian dari Desa ke Desa

kabartuban.com – Suasana bulan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Tuban terasa semakin semarak. Sejumlah desa, khususnya di Kecamatan Plumpang, ramai menggelar majelis sholawat, pengajian, hingga doa bersama yang berlangsung bergantian dari satu desa ke desa lainnya.

Memasuki bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah, kegiatan bernuansa keagamaan tidak hanya berlangsung di masjid atau lembaga pendidikan. Sejumlah lingkungan permukiman warga turut menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk mengikuti lantunan sholawat dan tausiyah keagamaan.

Fenomena tersebut terlihat dari maraknya agenda majelis sholawat dan pengajian yang digelar bergantian di sejumlah desa di Kecamatan Plumpang. Dalam pelaksanaannya, warga berkumpul sejak sore hingga malam hari untuk mengikuti rangkaian acara bersama-sama.

Lantunan sholawat yang diiringi grup hadrah menjadi salah satu bagian yang membuat suasana Maulid Nabi semakin terasa. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh ustadz.

Bagi masyarakat, momentum tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Majelis sholawat juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antartetangga sekaligus mempertemukan warga dari berbagai lingkungan.

Tradisi berkumpul dalam kegiatan keagamaan juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Tuban yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Islam. Kabupaten Tuban dikenal memiliki ketertarikan kuat dengan sejarah dakwah Sunan Bonang, salah satu Walisongo yang menyebarkan Islam melalui pendekatan budaya dan kesenian yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Warisan tersebut salah satunya tercermin dalam berbagai kegiatan keagamaan yang memadukan unsur dakwah dengan seni islam. Bagi warga di desa-desa, tradisi tersebut menjadi momentum tahunan yang dinantikan. Ketika satu acara selesai digelar, kegiatan serupa kembali berlangsung di desa lain. Dari satu tempat ke tempat lainnya, lantunan sholawat dan pengajian turut menghidupkan suasana malam di tengah permukiman warga.

Tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, rangkaian majelis tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi Maulid Nabi tetap hidup di tengah masyarakat. Warga tidak hanya datang untuk mendengarkan pengajian, tetapi juga berkumpul, bersilaturahmi, dan bersama-sama menjaga tradisi keagamaan yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Tuban. (meylia)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya