kabartuban.com – Cuaca panas masih menyelimuti Kabupaten Tuban pada pertengahan September 2026. Meski hujan sempat mengguyur wilayah Plumpang pada Kamis (17/9/2026) malam, kondisi tersebut belum menjadi tanda musim kemarau berakhir.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk sepekan ke depan, wilayah Tuban diprediksi didominasi kondisi cerah hingga berawan dengan suhu udara berkisar 22–34 derajat Celsius. Potensi hujan juga masih relatif kecil, meski pertumbuhan awan dapat terjadi terutama pada pagi hari.
Kondisi panas yang dirasakan masyarakat Tuban saat ini masih berkaitan dengan periode puncak musim kemarau 2026. BMKG sebelumnya memprakirakan puncak musim kemarau di Indonesia berlangsung pada Juli–September, dengan sejumlah wilayah Jawa masih mengalami kondisi kering pada September.
Yang membuat musim kemarau tahun ini terasa lebih panas adalah pengaruh El Niño. Berdasarkan analisis BMKG Dasarian I September 2026, indeks ENSO tiga bulanan periode Juli–September berada di angka 2,6, yang menunjukkan El Niño dengan intensitas sangat kuat.
BMKG juga menyebut kondisi El Niño sangat kuat masih berdampak terhadap sebagian wilayah Indonesia. Kombinasi El Niño dan musim kemarau membuat atmosfer cenderung lebih kering, tutupan awan lebih minim, serta suhu permukaan meningkat.
Dibandingkan periode yang sama pada 2025, kondisi Tuban tahun ini dinilai lebih panas. Salah satu faktornya karena pada musim kemarau 2025 masih terdapat beberapa hari dengan kejadian hujan, sedangkan tahun ini kondisi kering lebih dominan.
Hujan di Plumpang Bukan Tanda Kemarau Berakhir. BMKG menjelaskan, hujan lokal tetap dapat terjadi meskipun wilayah sedang berada dalam pengaruh El Niño. Fenomena El Niño memang membuat kondisi secara umum lebih kering, tetapi hujan di suatu wilayah masih mungkin terbentuk ketika kelembapan udara dan pertumbuhan awan cukup mendukung.
Artinya, hujan yang terjadi di Plumpang lebih tepat dipahami sebagai fenomena cuaca lokal, bukan sebagai tanda bahwa musim kemarau atau pengaruh El Niño telah berakhir.
Kondisi tersebut juga sejalan dengan prakiraan BMKG terbaru yang tetap membuka peluang terjadinya hujan akibat dinamika atmosfer di sejumlah wilayah meskipun El Niño sangat kuat masih memberikan pengaruh.
Panas Diperkirakan Masih Berlangsung
Untuk kondisi ke depan, BMKG memperkirakan periode panas dan minim hujan masih dapat berlangsung hingga memasuki masa peralihan musim. November–Desember menjadi periode yang diharapkan mulai membawa perubahan menuju musim penghujan.
Namun, BMKG mengingatkan bahwa perkembangan kondisi ENSO terus diperbarui setiap pekan sehingga masyarakat perlu mengikuti informasi terbaru. Dalam analisis September, BMKG menyebut El Niño sangat kuat masih berpotensi bertahan hingga awal 2027.
Selain panas, masyarakat Tuban juga diminta mewaspadai angin kencang dan gelombang laut tinggi yang berpotensi mencapai sekitar dua meter atau lebih, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir.
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, menjaga kesehatan selama cuaca panas, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dengan demikian, hujan yang turun sesaat di Tuban tidak serta-merta mengubah karakter musim yang sedang berlangsung. Di tengah El Niño sangat kuat, masyarakat tetap perlu bersiap menghadapi cuaca panas dan periode kering, sembari memantau perkembangan prakiraan BMKG dari waktu ke waktu. (meylia)
