Edukasi Migas di Tuban, Siswa Dikenalkan Tantangan Produksi dan Kebutuhan Minyak Nasional

kabartuban.com – Persoalan ketahanan energi nasional mulai dikenalkan kepada pelajar di Tuban melalui edukasi industri migas. Salah satu isu yang dibahas adalah kesenjangan antara produksi minyak dalam negeri dan kebutuhan nasional.

Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP (Pertamina Hulu Energi Zona 11), Wazirul Luthfi, menyebut produksi minyak nasional saat ini berada di kisaran 600 ribu barel per hari, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari.

Menurutnya, pemerintah menargetkan lifting minyak nasional mencapai 1 juta barel per hari pada 2030. Artinya, diperlukan tambahan produksi sekitar 400 ribu barel per hari dari angka yang disebutkan saat kegiatan berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Wazirul saat menjadi pemateri dalam pelatihan Mobile Journalism yang digelar Ronggolawe Solidarity Press (RPS) di MAN 2 Tuban. Kegiatan tersebut diikuti siswa dari sejumlah sekolah di wilayah operasi Pertamina PHE TEJ.

Wazirul mengatakan pemahaman mengenai energi penting diberikan kepada generasi muda karena persoalan migas tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga distribusi dan ketahanan energi nasional.

Di tengah target peningkatan produksi, Indonesia juga mulai mendorong transisi energi. Wazirul menyebut minyak, gas, dan batu bara masih dibutuhkan hingga 2050, sementara sekitar 35 persen kebutuhan energi ditargetkan berasal dari energi baru terbarukan.

Ia juga mengingatkan pelajar agar mampu memilah informasi terkait industri migas dengan mengedepankan data dan verifikasi. Menurutnya, perkembangan teknologi digital perlu diimbangi kemampuan memeriksa kebenaran informasi serta menjaga etika dalam penggunaannya.

“Perbaiki adab terlebih dahulu, baru kemudian ilmu, penggunaan teknologi dan alat canggih jika didasari oleh etika dan adab yang baik akan mendatangkan ilmu yang bermanfaat serta membawa dampak positif,” pungkasnya.

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya