Tingkat Pendidikan Masyarakat Rendah, Pendidikan Non Formal Harus Digenjot

kabartuban.com — Data hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban yang menyatakan rata-rata lama tahun sekolah di Tuban 6,2 tahun, mengundang keprihatinan banyak pihak. Wakil Ketua Komisi C DPRD Tuban, Mochamad Musa, S.Ag, mengatakan, kenyataan tersebut menunjukkan masih kurang seriusnya instansi berwenang melaksanakan program pendididikan. “ Kalau mau serius, pasti hasilnya akan jauh lebih baik. Alokasi anggaran untuk pendidikan yang kita tetapkan sebesar 40 persen dari total APBD, padahal ketentuan nasional hanya 20 persen. Mestinya bisa jauh lebih baik dari daerah lain,” komentar Mochamad Musa, Selasa (1/5).

Namun Musa mengakui, instansi bersangkutan bukan satu-satunya faktor penyebab masih rendahnya lama tahun sekolah tersebut. Menurutnya, income perkapita masyarakat Tuban yang masih rendah juga menjadi faktor penyebab tidak mampunya warga melanjutkan sekolah anak-anaknya ke jenjang lebih tinggi. “ Di desa-desa utamanya, banyak sekali anak-anak yang hanya lulus SD atau drop out SMP. Ini PR besar bagi Peremintah Kabupaten Tuban saat ini,” kata Musa.

Jika akibatnya Sumber Daya Manusia (SDM )Tuban rendah dan sudah barang tentu kalah dalam persaingan pasar tenaga kerja, lanjut Musa, hal itu menjadi wajar mengingat tingkatan pendidikan rata-rata penduduk Tuban yang masih jauh dari standart kebutuhan perusahaan-perusahaan industry modern saat ini. Musa berpendapat, ketertinggalan ini bisa ditekan dengan menggenjot pendidikan luar sekolah. “ Pelatihan-pelatihan kerja, kursus-kursus ketrampilan dan kejar paket harus lebih dioptimalkan agar SDM Tuban bisa memiliki daya saing dan tidak terus terpinggirkan,” kata Musa.

Hal senada disampaikan pula oleh Rektor Universitas (PGRI) Ronggolawe (Unirow) Tuban, Dr. H. Hadi Tugur, M.Pd, MM. Menurut Hadi Tugur, Pemerintah memang harus benar-benar serius menerapkan pendidikan murah bagi masyarakat. Pemkab, kata Hadi Tugur, memang telah mematok target Program Pendidikan 9 Tahun kelar tahun 2010 lalu. Namun realitanya, masih banyak anak-anak yang tidak mampu melanjutkan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi. “ Ini lantaran beaya pendidikan yang tinggi, sementara daya beli masyarakat semakin lemah sebab adanya berbagai pengaruh perubahan ekonomi nasional dan internasional semisal kenaikan harga BBM,” jelas Hadi Tugur.

Hadi Tugur juga berharap Pemkab sudi memaksa perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Tuban ikut serta memajukan pendidikan dan membina SDM masyarakat. Bukan hanya membantu pembangunan gedung SD atau MI, tetapi juga menyediakan fasilitas beasiswa bagi warga, terutama yang tinggal di kawasan sekitar area produksinya, agar mereka bisa melanjutkan sekolah minimal sampai SMK/ SMA (bek)

Populer Minggu Ini

Pemkab Tuban Raih JDIH Award Jatim 2026, Layanan Hukum Digital Dapat Nilai 99

kabartuban.com - Pemerintah Kabupaten Tuban kembali menorehkan prestasi di...

Duka Berlapis Keluarga Driver Ojol Tuban, Sang Ayah Wafat Saat Menanti Keadilan untuk Anaknya

kabartuban.com - Duka belum sempat reda di keluarga almarhum...

Kebijakan Hapus Honorer Picu Keresahan Mahasiswa Pendidikan di Tuban, Calon Guru Mulai Siapkan Rencana Cadangan

kabartuban.com - Kebijakan penghapusan tenaga honorer di sektor pendidikan...

Pemkab Gelontorkan Rp33 Miliar untuk Wisata, Pemandian Bektiharjo Belum Tersentuh

kabartuban.com - Saat Pemerintah Kabupaten Tuban mulai mengguyur miliaran...

Polisi Periksa PDAM Terkait Kecelakaan Maut Ojol di Proyek Sekolah Rakyat Tuban

kabartuban.com - Kasus kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang pengemudi...

Artikel Terkait