Antisipasi Kelangkaan Minyak Goreng, Diskoperindag Tuban Gelar Operasi Pasar

11
Operasi Pasar Minyak Goreng di GOR Tuban.

kabartuban.com – Menyusul tingginya harga minyak goreng serta langkanya minyak goreng di berbagai pusat perbelanjaan, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban, bekerjasama dengan supplier minyak goreng PT Megasurya Mas, salah satu perusahaan penghasil minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Tuban yaitu dengan memberikan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari. Bertempat di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, Diskoperindag Tuban menggelar lapak bagi masyarakat yang membutuhkan minyak goreng dengan harga yang relatif murah, Jumat (18/02/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Diskoperindag Tuban, Agus Wijaya menerangkan bahwa operasi pasar merupakan bentuk kerjasama Diskoperindag Kabupaten Tuban dengan dinas tingkat provinsi untuk mensupply masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Tuban agar dapat terpenuhi kebutuhannya.

“Kami ingin mengadakan operasi pasar di setiap kecamatan sehingga masyarakat terpenuhi kebutuhan minyak goreng dengan harga yang terjangkau,” jelas Agus Wijaya saat melakukan operasi pasar di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban.

Lanjut Agus Wijaya, untuk hari ini Diskoperindag Tuban menyediakan 6000 liter minyak goreng untuk masyarakat kecamatan kota untuk selanjutnya akan diadakan kembali operasi pasar di berbagai kecamatan dengan volume minyak goreng yang sama.

“Nanti kita akan adakan di berbagai kecamatan. Untuk pembeliannya memang dibatasi maksimal 2 liter,” terangnya.

Agus Wijaya menambahkan, dalam hal ini dirinya berharap bisa meringankan beban masyarakat akan kebutuhan minyak goreng yang belakangan ini terjadi kelangkaan dan naiknya harga jual di pasaran.

“Semoga bisa menekan inflasi terkait dengan harga minyak goreng, karena minyak goreng termasuk bahan pokok dan bahan penting,” harapnya.

Sementara itu, salah satu ibu rumah tangga, Is (50) warga Kelurahan Sidorejo, Tuban mengaku sudah mengantre dari jam 8 pagi untuk mendapatkan minyak goreng. Dalam kesempatan tersebut, dirinya merasa bersyukur dan merasa terbantu dengan diadakannya operasi pasar oleh Diskoperindag Tuban.

“Bahagia sekali dan bersyukur, merasa terbantu ada acara seperti ini, karena kemarin-kemarin kebingungan saya mencari minyak goreng. Sebelumnya saya membeli minyak goreng 800 ml dengan harga 16.500,” jelasnya saat mengantre minyak goreng di operasi pasar.

Di tempat yang sama, Ali (50) warga Desa Panyuran yang berprofesi sebagai penjual roti goreng mengaku senang mendapatakan minyak goreng dengan harga yang murah, namun di sisi lain dirinya mengaku untuk minyak goreng dengan maksimal pembelian 2 liter dinilai masih kurang.

“Ya senang, ya gak senang. Senangnya itu bisa dapat minyak goreng, gak senangnya ya antrenya itu lama sekali. Kalau untuk pakai rumahan gak apa-apa, kalau dipakai untuk jualan ya gak cukup,” katanya.

Untuk diketahui, dalam operasi pasar minyak goreng yang diadakan oleh Diskoperindag Kabupaten Tuban ini membanderol harga minyak goreng per liternya seharga Rp13.500 dengan membawa foto copy KTP. Untuk setiap orangnya masing-masing mendapatkan maksimal 2 liter minyak goreng. (dil)