kabartuban.com – Awal tahun 2019 ini, sudah ada 35 penderita Demam Berdarah (DB) yang dirawat di ruangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Koesma Tuban. Dari jumlah tersebut di dominasi oleh anak-anak, Jum’at (18/1/2019).
Seperti yang disampikan oleh Direktur RSUD dr R Koesma Tuban, dr. Saiful Hadi, penderita DB di rawat di ruang Melati bagi yang anak-anak, dan yang dewasa ditempatkan ruang Asoka.
“Jumlah tersebut meningkat, ketika puncak-puncak musim hujan, dan grafiknya hampir setiap tahun juga sama, dibulan Januari sampai Maret, turun di Mei” kata Syaiful Hadi (18/1).
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Tuban ini juga menyebutkan, dari 35 penderita, terbagi menjadi tiga jenis DB, pertama Denoe Haemoragic Fiver yakni gejala awal panas beberapa hari, kemudian timbul bintik merah di badan pasien, ada sekitar 10 orang, kemudian tanpa Hemoefiver (tanpa Perdarahan bawah kulit/bintik-bintik) ada 24 anak, gejalanya sama, tapi biasanya akan sembuh dengan sendirinya.
Yang ke tiga dan yang harus paling di waspadai oleh masyarakat, dengan gejala panas tinggi dan terkadang naik turun, lalu ada nyeri di bagian ulu hati nafsu makannya berkurang, serta ada tanda-tanda Soxsindrome akral pada tubuh dingin, terutama pada hari ke tiga, empat dan lima, harus segera di tangani agar tak menimbulkan efek fatal.
“Alhamdulillah ini tinggal dua pasien yang di rawat, yang lebih sudah sembuh,” tambahnya.
Sementara keterangan dari salah satu keluarga pasien yang terkena DB, Kanipah asal Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori mengatakan, anaknya bernama Istianah (12) masuk rumah sakit sekitar satu minggu yang lalu dengan kondisi yang lumayan mengkhawatirkan.
Sebelum di rujuk ke Rumah sakit, badan anaknya sangat dingin, lalu pihaknya memeriksakannya ke Puskesmas, ternyata positif DB, selanjutnya olehPuskesmas di rujuk ke RSUD ini.
“Gejala awal ya panas, tidak turun-turun selam tiga hari, kemudian mual sampai muntah mengeluarkan darah, ” katanya. (Dur/Rul)
