Banyak Gunakan Bahan Kimia, Unsur Organik Tanah Menurun

kabatuban.com – Sesuai arahan dari Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky yang meminta kepada semua petani di Kabupaten Tuban untuk mengembalikan semua kembali lagi di alam, di mana jika dilihat kesuburan tanah saat ini sudah tidak seperti dulu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (DPKP) Kabupaten Tuban, Ulfah Mei Sayekti yang membeberkan bahwa kondisi tanah pertanian saat ini unsur organiknya rendah karena terus menerus menggunakan bahan kimia Senin (13/6/2022).

“Bahan organiknya sudah rendah sekali karena terus menerus berulang-ulang menggunakan kimia, mangkanya sekarang tanahnya seperti tidak bisa menahan air karena humusnya tidak ada,” terangnya.

Menurutnya hal ini dilakukan sebab harga pupuk yang selalu impor, hal ini dilakukan karena tidak mempunyai bahan baku.

“Pupuk kan bahan bakunya impor jadi disitu agar beratnya. Paling tidak gini, jangan ketergantungan pada pupuk kimia dan kalau bisa pemanfaatannya dari alam,”ucapnya saat diwawancarai media ini.

Masih terangnya dari lima tahun yang lalu sudah ada program dimana para petani dilatih untuk pembuatan pupuk organik namun memang diakuinya ada perbedaan jumlah panen yang dirasa cukup signifikan, sehingga para petani belum sanggup atau belum mampu jika harus 100% menggunakan sistem organik sebab perbedaanya hingga 2 kali lipat.

“Karena sekarang ini tuntutannya memang luar biasa kalau menggunakan organik karena tidak ngangkat istilahnya. Organik itu hanya sekitar 3,5 maksimal sampai 4 ton tapi kalau disupport dengan kimia bisa 7 sampai 8 ton jadi 2 kali lipatnya itu. Mangkanya tetap membutuhkan organik plus non organik,” pungkasnya.

Terakhir ia menyampaikan bahwa Bupati Tuban sendiri meminta supaya sistem organik tersebut tetap di sosialisasikan dan para petani juga berharap untuk kimia juga harus tetap ada. Sementara untuk harga cabai sendiri yang naik beberapa pekan ini diakibatkan karena tidak ada tanaman cabai hal ini juga tidak berhubungan dengan masalah pupuk sebab belum dicabut.

“Kalau masalah cabai kita bicara masalah pupuk kan belum dicabut. Pengaruhnya ya karena tidak ada tanaman cabai dan petani tidak menyangka jika posisi saat ini kan kemarau basah, pengertian kemarau basah kan sudah memasuki musim kemarau tapi masih hujan nah kalau tau gitu kan dia menanam cabai lagi,” tutupnya. (hin/dil)

Populer Minggu Ini

“Jaga Dapur MBG” Diluncurkan di Tuban, Negara Libatkan Warga Awasi Dapur Makan Gratis

kabartuban.com - Pemerintah mulai memperketat pengawasan program Makan Bergizi...

Hotel Beroperasi Tanpa SLF, DPRD Tuban Siap Panggil Manajemen Lynn dan Dorong Penindakan

kabartuban.com - Aktivitas operasional Lynn Hotel Tuban menuai sorotan....

Dapur MBG di Plumpang Sempat Masuk Daftar Lelang BRI, Pengelola Geram: “Ini Mencemarkan Nama Baik”

kabartuban.com - Keberadaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)...

Penanganan Kasus Tambang Ilegal di Tuban Disorot, Eks Anggota DPRD Berstatus Tahanan Kota

kabartuban.com - Penanganan kasus dugaan tambang ilegal di Kabupaten...

Akreditasi Turun, RSUD dr Koesma Dikejar Target 100% Rekam Medis Elektronik dalam 3 Bulan

kabartuban.com - Status akreditasi RSUD dr Koesma Tuban resmi...

Artikel Terkait