kabartuban.com -Bara bekas bediang atau pembakaran untuk mengasap sapi diduga menjadi pemicu kebakaran yang menghanguskan dapur dan kandang sapi milik Ladi, 65 tahun, warga Dusun Ngino Krajan, Lingkungan Mbendo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Rabu (30/9/2026).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Bara bediang yang sebelumnya digunakan untuk mengusir nyamuk atau serangga di sekitar kandang diduga masih menyala dan kemudian menjalar ke tumpukan jerami kering di sekitarnya.
Api yang membesar kemudian merambat ke dapur dan kandang sapi. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman dan melaporkan kejadian kepada petugas.
Dua unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan bersama personel Yonif TP 932/Sunan Bonang kemudian tiba di lokasi. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan Babinsa Koramil 0811/03 Semanding serta warga sekitar.
Kepala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tuban, Sutaji, mengatakan penanganan kebakaran tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama personel batalion untuk mempercepat proses pemadaman.
“Kita kolaborasi dengan batalion TNi dan kita tetap membackup dari belakang,” ujar Sutaji.
Berdasarkan laporan di lapangan, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas kemudian melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun personel yang mengalami luka. Namun, kebakaran mengakibatkan dapur dan kandang sapi berukuran sekitar 5 x 8 meter hangus terbakar.
Selain bangunan, satu unit sepeda motor dilaporkan mengalami kerusakan akibat panas dan satu ekor sapi mengalami luka.
“Total kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta,”
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak meninggalkan bara api, terutama di sekitar tumpukan jerami atau material mudah terbakar. Terlebih, kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api lebih mudah menjalar.
Sutaji mengimbau masyarakat memastikan bara dari pembakaran atau bediang benar-benar padam sebelum ditinggalkan, serta menjauhkan sumber api dari tumpukan jerami dan bahan mudah terbakar lainnya. (fah)
