Batik Gedog Tuban Tembus Pameran Nasional

kabartuban.com – Momentum Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober menjadi pengingat akan keberagaman kain tradisional Indonesia, termasuk Batik Gedog yang menjadi salah satu identitas budaya Kabupaten Tuban. Kain khas Kecamatan Kerek tersebut kini terus dikembangkan agar tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Upaya memperkenalkan Batik Gedog Tuban ke tingkat nasional salah satunya dilakukan melalui keikutsertaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tuban dalam Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), mulai Senin hingga Jumat (30/09/2026)

Dalam ajang kerajinan tingkat nasional tersebut, Batik Gedog menjadi salah satu produk unggulan yang diperkenalkan. Tidak hanya berupa kain batik, pengembangan juga dilakukan melalui berbagai produk turunan seperti dompet, pouch, tas, sepatu hingga gantungan kunci.

Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa Batik Gedog tidak hanya dipertahankan dalam bentuk kain tradisional. Motif dan karakter khasnya mulai diolah menjadi berbagai produk yang lebih beragam sehingga dapat menjangkau konsumen dengan kebutuhan dan selera yang berbeda.

Ketua Dekranasda Kabupaten Tuban, Aulia Hany Mustikasari, mengatakan keikutsertaan dalam Kriyanusa 2026 menjadi pengalaman pertama bagi Dekranasda Tuban mengikuti pameran kerajinan di tingkat nasional.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sehingga Kabupaten Tuban bisa ikut menjadi bagian dari pameran kriya ini. Ini menjadi pameran pertama Dekranasda Tuban di tingkat nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, keikutsertaan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenalkan produk kerajinan Tuban. Para pelaku kriya juga dapat belajar dari perajin dan pelaku usaha dari berbagai daerah, mulai dari pengembangan desain hingga pemasaran.

“Tujuannya sama-sama ingin belajar. Kesiapan dan pengalaman bisa kita dapatkan dari mana pun. Jadi, kesempatan seperti ini tidak hanya untuk memperkenalkan produk, tetapi juga untuk belajar dan meningkatkan kemampuan,” jelasnya.

Bagi Batik Gedog Tuban, pengembangan produk menjadi salah satu cara untuk memperluas pemanfaatan kain tradisional sekaligus membuka peluang pasar bagi para perajin. Apalagi, keberadaan Batik Gedog tidak hanya berkaitan dengan produk kerajinan, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang diwariskan masyarakat Tuban dari generasi ke generasi.

Momentum Hari Batik Nasional tahun ini pun menjadi kesempatan untuk kembali mengenalkan Batik Gedog kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya memperluas bentuk produk diharapkan dapat membuat kain tradisional tersebut semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Aulia Hany berharap pengalaman dari pameran nasional dapat menjadi bekal bagi perajin Tuban untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produknya.

“Harapannya, kita tidak hanya promosi, tetapi juga meng-upgrade diri. Sehingga bisa naik level dan bersaing di tingkat nasional, bahkan skala global,” pungkasnya.

Dengan inovasi produk dan perluasan pemasaran, Batik Gedog Tuban diharapkan tidak berhenti sebagai simbol budaya daerah. Kain khas Tuban tersebut juga dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan identitas tradisional yang menjadi ciri khasnya. (meylia)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya