kabartuban.com – Pembakaran bediang sapi kembali menjadi pemicu kebakaran di Kabupaten Tuban. Kali ini, api merembet hingga membakar tiga rumah dan satu kandang milik warga di Dusun Medokan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Rabu (7/10/2026).
Kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan oleh Darto Trianto, Ketua RW setempat, kepada petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 13.32 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi tiga menit berselang dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 13.53 WIB.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji, mengatakan dugaan sementara kebakaran bermula dari pembakaran bediang sapi yang kemudian merembet ke tumpukan jerami.
“Bediang sapi kembali menjadi penyebab kebakaran. Api dari pembakaran bediang merembet ke jerami, kemudian membakar rumah warga,” ujar Sutaji.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat. Pembakaran bediang maupun aktivitas yang menghasilkan api sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dan memastikan api benar-benar padam setelah selesai digunakan.
Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan dua armada dari Pos Mako. Upaya pemadaman juga mendapat bantuan dua unit mobil pemadam dan satu unit suplai dari Kompi Sunan Bonang.
Api pokok berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.18 WIB. Petugas kemudian melakukan proses pembasahan hingga sekitar pukul 14.50 WIB untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 meter x 15 meter. Sementara luas keseluruhan tanah sekitar 12 meter x 15 meter.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta. Sedangkan aset yang berhasil diselamatkan ditaksir sekitar Rp5 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Sutaji kembali mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan pembakaran bediang atau sumber api lainnya tanpa pengawasan, terutama ketika berada di dekat jerami, kandang, rumah, maupun material yang mudah terbakar.
“Jangan meninggalkan api begitu saja. Pastikan setelah selesai, api benar-benar padam dan lokasi di sekitarnya aman dari bahan-bahan yang mudah terbakar,” pungkasnya. (fah)
