BEM Didesak Pro Aktif Menyikapi Status Non Aktif Unirow

392
wisudaunirow
wisuda unirow, foto dokumentasi website resmi Unirow / unirow.ac.id

kabartuban.com – Status non aktif Universitas Ronggolawe (Unirow) mendapat respon dari banyak kalangan. Diantaranya dari para alumni Universtias tersebesar di Tuban tersebut. Selain menuding kinerja rektor lemah, perkumpulan keluarga besar alumni Unirow juga mempertanyakan keaktifan beberapa organisasi yang berada di dalam kampus, salah satunya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

“Melihat kasus yang membelit Unirow saat ini, seharusnya mahasiswa bisa lebih aktif. Khususnya BEM, karena tugas mereka salah satunya adalah mewakili aspirasi mahasiswa,” kata Ainul Muzamil, salah satu anggota perkumpulan keluarga Alumni kepada wartawan, Selasa (6/7/2015).

Menanggapi stateman Rektor Unirow yang menyatakan bahwa dirinya menjamin dalam satu bulan kedepan status Unirow akan aktif, sejumlah alumni menuding bahwa pernyataan yang dilontarkan kepada awak media beberapa hari itu hanya mencari titik aman.

Menurut Ainul, pernyataan Rektor yang memberikan jaminan soal status non aktif Unirow tersebut perlu mendapatkan pengawalan dari mahasiswa. “Sebagai seorang rektor seharusnya jawaban yang dilontarkan bisa memberikan kenyamanan pada mahasiswa, bukan seakan menganggap enteng masalah ini,” tandasnya.

“Anak TK saja bisa kalau komentar seperi itu, yang seenaknya “besok nak aktif kembali”. Melihat kasus ini, sebaiknya mahasiswa yang masih aktif mempertanyakan kasus yang membelit Unirow saat ini,”ujarnya.

Lebih lanjut Ainul juga mengatakan, “Bila jajaran rektorat tidak kunjung memberikan penjelasan, maka sudah sepantasnya mahasiswa ini menurunkan massa untuk menanyakan status Unirow yang kini sedang non aktif. Bahkan jika rektor sudah menjanjikan dalam waktu sebulan sudah aktif kembali, maka hal itu perlu adanya kejelasan status yang ditandai dengan SK atau surat perjanjian, bila perlu bermaterai,” ucapnya.

Dalam keterangannya kepada rekan media, Ainul mendesak kepada semua mahasiswa yang masih aktif untuk meminta kejelasan deadline atau waktu tenggang, kapan status tersebut kembali aktif. Ainul berdalih, karena demi masa depan mahasiswa saat ini, yang akan datang, atau pun yang baru masuk.

“Komentar pak Tugur kemarin itu hanya golek amannya saja, maka dari itu sebagai mahasiswa sebaiknya lebih aktif mengawal kasus ini, karena yang memiliki power penuh adalah mahasiswa, dan ini sudah mengarah ruang geraknya BEM,” tandasnya.

Senada dengan Ainul, anggota Keluarga Besar Alumni Unirow yang lain, M. Nur Faqih juga mengatakan bahwa selain meminta mahasiswa untuk terus mengawal kasus ini, sebaiknya juga lebih kreatif. Semisal menegur rektor dengan melakukan audiensi atau melayangkan surat dengan meminta penjelasan soal kasus yang menimpa Unirow. Akan tetapi, bila tidak ada jawaban yang pasti maka bisa dilakukan demo. “Kalau tidak diindahkan oleh pihak kampus, didemo saja kampus itu tidak apa-apa kok,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BEM Unirow, Juremi belum bisa memberikan pernyataan atas persoalan yang menimpa almamaternya ini. Saat dihubungi melalui ponselnya, Juremi meminta waktu untuk  mengetahui persoalan ini secara mendalam. (im/riz)