Beralih Jadi Universitas, UNUMA Tuban Siapkan Fakultas Sains dan Pengembangan Prodi Baru

kabartuban.com – Universitas Nahdlatul Ulama (UNUMA) Tuban mulai menyiapkan pengembangan program studi dan sumber daya manusia setelah beralih status dari institut menjadi universitas. Perubahan ini menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan ilmu keagamaan, ilmu sosial, dan sains agar pendidikan tinggi semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Rektor UNUMA Tuban, Prof. Dr. M. Syamsul Huda, M.Fil.I., mengatakan, perubahan status tersebut dilatarbelakangi kebutuhan kampus untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kajian keislaman yang selama ini menjadi fondasi institusi perlu diperkuat melalui pendekatan ilmiah dan pengembangan teknologi.

“Agama itu sekarang tidak cukup untuk menghadapi perubahan-perubahan. Maka, harus ada integrasi antara social sciences, religious sciences, dengan science,” ujarnya.

Dia menjelaskan, perubahan status dari institut menjadi universitas bukan berarti meninggalkan identitas keislaman yang selama ini melekat pada kampus. Sebaliknya, nilai-nilai keagamaan akan tetap menjadi dasar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan mahasiswa.

Menurutnya, tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teori, tetapi juga kemampuan menghasilkan solusi atas persoalan nyata di masyarakat. Karena itu, UNUMA ingin mendorong penelitian dan karya dosen maupun mahasiswa agar memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah.

“Karya itu bukan hanya selesai di rak-rak perpustakaan, tetapi karya-karya dosen dan mahasiswa bisa menyelesaikan apa yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Syamsul Huda mengungkapkan, proses pengajuan perubahan status telah berlangsung sejak 2025. Namun, pemenuhan sejumlah persyaratan akademik menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait ketersediaan tenaga pengajar berkualifikasi doktor dan jabatan akademik dosen.

Pada 2025, UNUMA masih memiliki satu dosen bergelar doktor dan satu dosen dengan jabatan lektor kepala. Seiring bertambahnya dosen yang menyelesaikan studi lanjut, jumlah tersebut meningkat menjadi enam doktor dan tiga lektor kepala pada 2026.

Selain pemenuhan sumber daya manusia, kampus juga memiliki sekitar 1.200 mahasiswa dan lahan seluas enam hektare. Surat keputusan perubahan status diterima pada 28 September 2026.

Ke depan, UNUMA akan menyesuaikan struktur kelembagaan sekaligus mempersiapkan penambahan fakultas dan program studi baru, termasuk bidang sains. Kampus juga menjajaki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri untuk memperkuat kompetensi dosen dan membuka peluang program joint degree

Salah satu penjajakan kerja sama dilakukan dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), termasuk peluang keterlibatan dosen dan pengembangan skema pendidikan yang memungkinkan mahasiswa menempuh tiga tahun perkuliahan di UNUMA dan satu tahun di perguruan tinggi mitra.

Selain pengembangan bidang sains, UNUMA juga mempertimbangkan pembukaan pendidikan vokasi. Penentuan program baru akan didasarkan pada survei kebutuhan mahasiswa, kecenderungan dunia usaha, serta kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.

“Kami tidak ingin hanya berdasarkan asumsi. Kami perlu menganalisis perusahaan dan industri apa yang membutuhkan tenaga kerja, termasuk keterampilan yang diperlukan,” jelasnya.

Dia menambahkan, kampus juga berupaya memperkuat kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah atau yang dikenal dengan konsep academic, business, and governmen (ABG). Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan industri dan pemerintah dengan kemampuan riset dosen serta mahasiswa.

Dalam pengembangan kualitas pendidikan, UNUMA menyiapkan penguatan sumber daya manusia, fasilitas pembelajaran, laboratorium sosial, serta kemitraan magang dengan perusahaan. Kampus juga berupaya memperluas keterlibatan dalam riset dan proyek berskala nasional maupun internasional.

Menurut Syamsul Huda, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing lulusan. Perguruan tinggi perlu memahami prioritas pembangunan daerah agar kompetensi akademik yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dia menilai, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu tantangan penting bagi Kabupaten Tuban. Potensi sumber daya alam dan sosial yang dimiliki daerah dinilai perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta kemampuan mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah.

“Bagaimana kampus ini bersama masyarakat membangun sebuah perubahan ke depan, itu yang paling mendasar,” pungkasnya. (meylia)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya