PDAM Tuban Jaga Pasokan Air saat Kemarau Ekstrem

kabartuban.com – Kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Tuban belum mengganggu pelayanan air bersih Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Lestari Kabupaten Tuban secara umum. Namun, keterbatasan air baku dan kondisi geografis membuat distribusi air di Kecamatan Grabagan harus dilakukan secara bergilir.

Direktur PDAM Tirta Lestari Tuban, Irwanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini sumber-sumber produksi air masih dalam kondisi aman. Pelayanan kepada pelanggan pun diklaim tetap berjalan normal seperti biasanya.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini masih aman dan tidak ada kendala. Pelayanan air bersih kepada pelanggan masih normal seperti biasanya,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Grabagan. PDAM menerapkan sistem distribusi bergilir untuk menyesuaikan ketersediaan air baku dengan kebutuhan pelanggan.

Kebijakan tersebut dilakukan karena kapasitas air baku yang terbatas serta kondisi elevasi wilayah yang naik turun. Faktor geografis itu turut memengaruhi kelancaran distribusi air kepada pelanggan.

“Untuk Kecamatan Grabagan, ada keterbatasan idle capacity dan kondisi elevasi datarannya naik turun,” jelasnya.

Di tengah ancaman kekeringan, PDAM Tirta Tuban menyebut jaringan pelayanannya telah menjangkau 17 dari total 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Tiga kecamatan yang belum terjangkau jaringan PDAM adalah Merakurak, Singgahan, dan Kenduruan.

PDAM juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan air dan mempertahankan kontinuitas pelayanan. Upaya tersebut meliputi penghijauan di lingkungan sumber produksi, sosialisasi penghematan air kepada pelanggan, serta pemerataan tekanan air dalam jaringan distribusi.

Pelanggan juga diimbau menyiapkan penampungan air di rumah sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan pasokan.

Menurut nya, hingga saat ini sistem distribusi bergilir baru diterapkan di Kecamatan Grabagan. Berdasarkan riwayat pelayanan yang disampaikan pihaknya, kondisi pasokan air secara umum masih terkendali sehingga belum diperlukan kebijakan serupa di wilayah lain.

Ia berharap kondisi sumber air tetap terjaga hingga musim hujan tiba. Selain mengandalkan pengelolaan sumber produksi, perusahaan juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi.

Di sisi lain, keberadaan wilayah yang belum terjangkau jaringan PDAM menjadi catatan penting dalam upaya pemerataan layanan air bersih di Kabupaten Tuban. Ketika kemarau berlangsung lebih panjang, ketersediaan sumber air dan kemampuan distribusi akan menjadi faktor penentu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

PDAM berharap musim hujan segera tiba tanpa menimbulkan kendala yang mengganggu pelayanan kepada pelanggan.

“Mohon doanya agar tidak ada kendala sampai datangnya musim hujan,” pungkasnya. (fah)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya