Berawal Dari Usaha Sampingan, Widodo Sukses Besarkan Usaha “Kerupuk Ngebong”

207
Widodo, Pemilik Usaha Kerupuk Ngebong, Tuban

kabartuban.com – Widodo (44) seorang produsen Krupuk Ngebong yang berada di Dsn. Karajan, Desa. Penambangan, Kecamatan Semanding Tuban ini mulai menggeluti usaha di bidang makanan ringan yaitu krupuk Ngebong sejak 2013, tak disangka usaha yang awalnya hanya dijadikan sampingan ini sekarang bisa merubah nasib ekonomi keluarganya, Jum’at (29/07/2022).

“Kerupuk ini tujuannya hanya untuk sampingan saja. Jadi berawal dari  tahun 2013 itu hanya sifatnya sebagai pendamping atau sampingan penghasilan itu titik balik kenapa saya membuat usaha kerupuk,” ujar Widodo menjelaskan asal mula ia merintis usaha.

Diceritakan oleh Widodo, pada tahun 2016 dirinya memilih untuk keluar dari pekerjaannya dan fokus menggeluti usaha kerupuknya hingga sekarang. Usaha kerupuk yang dirintisnya sejak tahun 2013 ini nyatanya menjadi penghasilan utama bagi dirinya dan keluarga.

“Tahun 2016 itu saya keluar dari perusahaan dan lebih fokus dalam menggeluti kerupuk ini, dan sudah sekitar enam tahun ini menjadi tumpuan ekonomi bagi keluarga,” tambahnya.

Dalam melakukan pemasaran, Widodo menyebutkan bahwa produknya telah dipasarkan hingga luar kota, tepatnya di Bojonegoro. Selain itu, ia juga memasarkan produknya di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban seperti Kecamatan Semanding, Palang, Tuban, dan Grabagan. Disampaikan oleh Widodo, dalam sehari ia dapat memproduksi hingga 500 bungkus kerupuk.

Baca Juga: Dinsos Tuban Klaim Telah Lakukan Program Anti Kemiskinan, BPS: Kurang Tepat Sasaran

Pasang surut usaha yang digelutinya kurang lebih 9 tahun ini tentu telah dilewati Widodo. Salah satunya adalah meroketnya harga bahan baku yang mempengaruhi pendapatannya.

“Kalau masalah kendala sebenarnya kendala klasik kita pelaku usaha mikro untuk saat ini memang  sangat terpuruk  dengan kondisi bahan baku yang sangat meroket, nah dengan bahan  baku yang meroket ini sebenarnya mempengarusi sekali dengan pendapatan, pendapatan menjadi sangat berkurang karena HPP terlalu tinggi,” jelasnya.

Dalam menjalankan usaha, Widodo menyampaikan bahwa pemerintah dinilai sudah maksimal dalam memberikan pelatihan dan pendampingan bagi usahanya. Namun, Widodo menilai bahwa dari segi pemasaran, peran pemerintah masih sangat minim.

“Jadi kalau peran pemerintah dari segi pemasaran masih sangat minim, tapi kalao proses pelatihan dan pendampingan saya rasa sudah  besar dan sudah maksimal,” bebernya.

Tambah Widodo, dirinya berharap pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dapat mensupply bahan baku dan menstabilkan harga bagi usaha-usaha mikro yang ada di Kabupaten Tuban.

“Harapannya juga peran pemerintah dari usaha mikro ini bagaimana bisa mensupply  bahan baku dan menstabilkan harga, itu yang mungkin kami butuhkan dari semua pelaku usaha mikro,” tutupnya. (nat/dil)