Bukan Hanya Corona, Penjualan Online Faktor Sepinya Pasar

kabartuban.com – Bulan Ramadan sudah berlalu lebih dari separuh waktu. Ramadan kali ini adalah Ramadan yang kedua dalam situasi pandemi Covid-19 atau wabah virus Corona. Pedagang Pasar Baru Tuban (PBT) mengaku sepi pengunjung, sehingga target penjualan tidak seperti yang diharapkan. Namun demikian, sejumlah pedagang mengaku tetap bersyukur apa pun keadaannya, Jumat (30/04/2021).

Salah satu pedagang di PBT, Andik mengatakan, pasar memang cukup sepi. Kalau dulu pasar itu bisa ramai sampai sore hari, tapi sekarang tidak sampai siang sudah mulai sepi.

“Saya tidak tahu pasti sepinya ini ukurannya karena Corona atau apa, tapi memang bandingannya kalau sama dulu ya jauh. Pasar dulu bisa sampai sore masih ramai berjubel, tapi sekarang jam 10 pagi aja sudah berangsur sepi dan begitu setiap hari, tapi ya disyukuri aja,” kata Andik saat ditemui kabartuban.com di lapak dagangannya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Baru Tuban Sukadi mengatakan Corona memang sangat terasa dampaknya bagi pusat perdagangan di PBT tersebut. Namun dirinya menyatakan bahwa pandemi bukan satu-satunya alasan sepinya pasar.

“Wabah virus Corona ini sudah pasti sangat dirasakan dampaknya oleh banyak pihak. Namun sepinya pasar bukan hanya soal itu, maraknya jual beli online juga sangat berpengaruh pada menurunnya pengunjung di pasar. Hal ini sudah kami amati dan memang sangat berdampak pada sepinya pengunjung di pasar,” terang Sukadi.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri kali ini, pihak pemerintah Kabupaten Tuban mencatat tidak ada kenaikan bahan pokok secara signifikan. Dalam catatan UPTD Pasar Baru Tuban, semua harga masih dapat dikatakan stabil. Hanya beberapa waktu yang lalu sempat terjadi lonjakan harga ayam, namun saat ini sudah kembali stabil. (im/dil)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker