kabartuban.com – “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi program sekaligus arah baru kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Semangatnya sederhana, yaitu polisi tidak berjarak dengan masyarakat, hadir untuk mendengar, melayani, melindungi dan memberikan solusi atas persoalan warga.
Menariknya, semangat tersebut menemukan benang merah dengan pratik kepemimpinan Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan. Sejak menerima tongkat komando Kapolresta Tuban, Jazuli bersama jajarannya telah membangun pola kerja dan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat semua kalangan.
Baca juga: AKBP Windy Resmi Jadi Wakapolresta Tuban
Komitmen layanan kepemimpinan Kapolresta yang dekat dengan masyarakat terlihat ketika warga Kecamatan Grabagan menghadapi kekeringan. Pada 30 September 2026, Polresta Tuban bersama Bhayangkari menyalurkan 88.000 liter air bersih menggunakan 17 tangki ke delapan titik di Desa Gesikan dan Ngandong. Sebagai Kapolresta, Jazuli turun langsung melihat situasi dan kondisi warga yang kesulitan mendapatkan air.
Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Nuryono, warga Gesikan, mengatakan desanya tidak turun hujan sejak April. “Mugi-mugi barokah kangge masyarakat sekitar,” ujarnya.
Kehadiran polisi juga menyentuh sektor pertanian. Jajaran Polresta Tuban turun ke lahan warga, memantau tanaman jagung sekaligus mendengar persoalan petani, mulai dari pupuk hingga potensi hama.
Di ruang lain, Jazuli membuka komunikasi melalui PIRAMIDA atau Ngopi Bersama Media. Forum tersebut menjadi ruang untuk mendengar masukan sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat melalui insan pers.
Baca juga: Naik Status Jadi Polresta, Tuban Diproyeksikan Hadapi Tantangan Keamanan Kawasan Industri
Dari perspektif kepemimpinan di tingkat daerah, apa yang telah dilakukan Jazuli cukup bagus dan mampu membuktikan dirinya hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kalangan dan mampu mengelola komunikasi publik dengan baik dan tepat sasaran.
Dengan semangat baru Kapolri Suyudi, Jazuli telah lebih dulu aktif dan konsisten di tengah masyarakat untuk menunjukam Polisi harus hadir di ruang tempat masyarakat menjalani kehidupannya, baik di desa, di sawah, ketika warga mengalami kesulitan, maupun ketika masyarakat membutuhkan komunikasi dan pelayanan.
Karena itu, ketika Kapolri Suyudi kini menegaskan “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai arah baru Polri, maka apa yang telah dilakukan Jazuli di Tuban menemukan benang merah yang kuat.
Bukan sekadar slogan baru, tetapi sebuah semangat yang telah lebih dahulu terlihat dalam kerja lapangan, yaitu turun menemui masyarakat, mendengar persoalan mereka dan hadir ketika dibutuhkan.
Kedekatan polisi dengan masyarakat bukan diukur dari seberapa sering slogan itu disampaikan, tetapi seberapa nyata masyarakat merasakan kehadiran polisi. Dan di Tuban, di bawah kepemimpinan Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, semangat itu sedang diterjemahkan melalui kerja nyata bersama masyarakat.
Penulis; Muhaiminsah, M.I.Kom
