kabartuban.com – Menjelang Hari Raya Iduladha, aktivitas jual beli hewan kurban di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Tuban belum menunjukkan lonjakan signifikan. Harga sapi maupun kambing masih relatif stabil, namun para pedagang mengaku pembeli masih cenderung menahan diri.
Bukan tanpa alasan. Kekhawatiran terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) serta maraknya kasus pencurian ternak membuat sebagian warga memilih menunggu hingga mendekati hari raya untuk membeli hewan kurban.
Sobirin, warga Kecamatan Kerek, mengaku sengaja belum membeli kambing kurban meski sudah menyiapkan anggaran sejak jauh hari. Ia khawatir hewan yang dibeli lebih awal justru terserang PMK sebelum hari penyembelihan.
“Kalau beli sekarang takut kena PMK. Mending dekat-dekat Iduladha saja,” katanya.
Kekhawatiran berbeda disampaikan Rofiq, warga Tuban. Ia mengaku lebih waspada terhadap keamanan ternak setelah mendengar sejumlah kasus pencurian sapi di wilayah sekitar.
“Sekarang banyak kabar sapi hilang. Takut kalau sudah beli malah dicuri,” ujarnya.
Di sisi lain, pedagang hewan kurban mulai bersiap menghadapi lonjakan permintaan yang biasanya terjadi sepekan sebelum Iduladha. Harsono, pedagang di Pasar Hewan Jatirogo, mengatakan harga hewan saat ini masih normal karena pembeli belum ramai.
Menurutnya, kenaikan harga biasanya mulai terasa pada H-7 Iduladha, bahkan bisa meningkat hingga dua kali lipat tergantung permintaan pasar.
“Sekarang masih stabil. Biasanya mendekati hari raya baru naik tajam,” jelasnya.
Ia menjual kambing ukuran sedang dengan harga sekitar Rp2 hingga Rp3 juta per ekor, sedangkan kambing ukuran besar dibanderol Rp4 sampai Rp5 juta. Sementara harga sapi berkisar antara Rp25 juta hingga Rp35 juta, tergantung ukuran dan jenisnya.
Meski masyarakat masih dihantui kekhawatiran PMK, Pemerintah Kabupaten Tuban memastikan kondisi hewan ternak di wilayahnya aman dan stok hewan kurban mencukupi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban, Eko Julianto menyebut saat ini tersedia sekitar 28 ribu ekor sapi, 39 ekor kerbau, 29.211 ekor kambing, serta 19.884 ekor domba untuk kebutuhan kurban tahun ini.
“Jumlah hewan kurban di Tuban masih sangat mencukupi,” ujarnya.
Ia juga memastikan pengawasan lalu lintas ternak terus diperketat untuk mencegah masuknya hewan yang terpapar PMK. Setiap ternak yang keluar masuk wilayah Tuban diwajibkan memiliki surat rekomendasi pemasukan, surat keterangan kesehatan hewan, serta sertifikat veteriner.
“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada laporan kasus PMK baru yang masuk ke Tuban,” katanya.
DKP2P juga mengimbau masyarakat segera berkoordinasi dengan dokter hewan di masing-masing kecamatan apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala sakit agar bisa segera ditangani. (fah)
