DLH Hub Rancang Daur Ulang Sampah Sebagai Bahan Bakar Industri di Tuban

217

kabartuban.com – Bertempat di Kawasan Hutan Kota yang berada di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban digelar acara Puncak Peringatan Hari lingkungan Hidup Sedunia. Rangkaian acara tersebut dimulai sejak pukul 06.00 pagi WIB, Kamis (30/06/2022).

Hadir dalam acara ini diantaranya adalah Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH Hub), Bambang Irawan, Sekretaris Daerah (Sekda), Budi Wiyana, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tuban menyebutkan bahwa terdapat hasil yang baik tentang Pengolahan Lingkungan di Kabupaten Tuban. Hasil tersebut merupakan hasil kerja keras dari semua elemen termasuk dari Dinas Lingkungan Hidup.

Adapun terkait penanaman pohon sapaan akrab Mas Bupati ini mengaku sudah melakukan penanaman pohon hingga ratusan hektar yang dilakukan sejak tahun 2021 yang ditargetkan untuk serapan air di titik-titik mata air yang memiliki kerawanan.

“Sekarang konsep Pemerintahan Daerah untuk penghijauan tidak lagi menentukan tanaman-tanaman tertentu, tapi kita melihat tanaman yang mulai mendapatkan nilai ekonomis sehingga masyarakat di situ bisa kita berdayakan. Itu adalah strategi pemerintah sehingga apa yang kita tanam bisa dijaga oleh masayrakat sekitar,” tandasnya.

Masih menurutnya, Pemkab Tuban juga tengah fokus pada pengelolaan sampah di beberapa titik, yang nantinya akan dipetakan melalui zonasi dan terdapat penambahan armada serta penambahan biopori untuk serapan air.

“Karena konsepnya Pemerintah Daerah saat ini bagaimana kita menyerap air sebanyak-banyaknya daripada terbuang di laut. Karena kita tahu sendiri bahwa kondisi di Kabupaten Tuban banyak Stalaktit dan Stalakmit sehingga kita butuh serapan air yang banyak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala DLH Hub, Bambang Irawan membeberkan bahwa timbunan sampah saat ini mencapai 500 ton perhari dan kemampuan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebanyak 60-80 Ton. Ini berarti masih banyak sampah yang belum terkelola dengan baik.

“Masalah itu kita selelesaikan melalui pengurangan dari bank sampah, namun itu hanya sedikit. Oleh karena itu harus ada inovasi seperti yang disampaikan oleh Mas Bupati sebagai bahan bakar alternatif,” tegasnya.

Banyaknya industri di Tuban yang masih menggunakan bahan bakar dari batu bara membuat adanya cetusan inovasi pemanfaatan sampah yang dapat digunakan untuk alternatif pengganti bahan bakar batu bara di industri Tuban.

“Hanya subtitusi saja, tidak mengganti batu bara dan itu wajib bagi perusahaan yang Covering. Nah ini kita coba ke PLTU dulu dengan sampah organiknya dan untuk pemanfaatan sampah tersebut paling banyak di dominasi organic, 70% sampah organic dan 30% anorganik,” tandasnya. (hin/dil)