kabartuban.com – Bulan Juli secara umum merupakan masa musim kemarau di Indonesia, namun beberapa daerah rupanya masih diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga sedang, termasuk di Wilayah Kabupaten Tuban. Sejak pagi hingga siang ini, hampir merata Bumi Wali diguyur hujan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono menerangkan, fenomena hujan yang terjadi ditengah musim kemarau ini menandakan Indonesia sedang mengalami musim kemarau basah.
“Namanya kemarau basah, jadi hujan kadang masih terjadi, meski tidak menyeluruh,” kata Joko Ludiyono, Kamis (27/7/2017).
Ditambahkan, meski masih hujan, kondisinya tidak terlalu tinggi, rata-rata hujan gerimis hingga hujan berintensitas ringan. Namun Joko menghimbau pada masyarakat, agar mewaspadai hujan dimusim kemarau ini, karena wilayah Kabupaten Tuban termasuk cukup sering hujan berdasarkan peta prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)Â .
“Kalau menurut prakiraan cuaca BMKG yang kami terima, intensitasnya biasa tidak terlalu deras. Kami sampaikan pada petani mereka jangan buru-buru menanam,” kata mantan Camat Grabakan ini.
Adapun anomali curah hujan variatif, dimana Jawa Timur bagian barat hingga Pantura, Pacitan, Ponorogo Trenggalek, Lumajang, Banyuwangi dan Bangkalan terpantau hujan lebih tinggi. Sedangkan Jawa Timur bagian tengah hingga Jember, Bondowoso, Situbondo, Sampang, Pamekasan, Sumenep, P. Bawean, P Kangean terpantau hujan lebih rendah. (Luk)
