Ikut Piala Kemerdekaan, Persatu Kembali Merumput

260
manager persatu Tuban Fahmi
Manajer Persatu Tuban, Fahmi Fikroni

kabartuban.com – Kerinduan pemain Persatu Tuban akan lapangan hijau akan segera terobati, Persatu akan kembali merumput. Manajer Persatu Tuban Fahmi Fikroni telah memastikan keikutsertaan tim kebanggaan Ronggomania tersebut dalam ajang piala kemerdekaan yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora) Republik Indonesia.

Fahmi Fikroni beserta jajaran menejemen Persatu juga menyatakan bahwa pihaknya tidak takut dengan ancaman dari PSSI karena telah mengikuti piala kemerdekaan yang diselenggarakan oleh Kemenpora.

“Kami positifkan ikut diajang piala kemerdekaan, kami memiliki alasan kuat mengapa tetap mengikuti kompetisi itu. Kami juga tidak bermaksud melakukan pembangkangan terhadap Organisasi PSSI, namun jika nanti kami kena sangsi kami akan memberikan klarifikasi,” ujar Menejer Persatu Tuban, Fahmi Fikroni kepada kabartuban.com, Selasa (7/7/2015).

Menurutnya, kini tim persatu lebih fokus pada persiapan mengahdapi piala kemedekaan ketimbang memikirkan sangsi dari PSSI. Selain itu, salah satu alasan kuat tim tetap mengikut komptisi piala Kemerdekaan adalah menyangkut penghidupan pemain. “Pasalnya, jika tidak ada kompetisi dikhawatirkan pemain akan menganggur. Sedangkan, saat ini pemainnya masih butuh penghidupan buat keluarganya,” tutur Fahmi yang juga merupakan anggota Fraksi PKB di DPRD Tuban.

Lebih lanjut Fahmi Fikroni menyatakan, “Persoalan mendasar ialah karena faktor itu, sebab mereka (pemain) sudah benar-benar fokus pada sepak bola, dan penghasilannya dari sepak bola,” terangnya.

Menurutnya, jika PSSI tetap memberikan sangsi kepada tim yang ikut piala kemerdekaan, berarti PSSI dianggap tidak bijak. Sebab, sejauh ini banyak sponsor yang sudah masuk ke tim guna mengeluarkan anggaran untuk persiapan pertandingan divisi utama yang lalu, dengan mencapai nominal kurang lebih Rp 800 juta dan akhirnya saat ini batal menyusul pembekuan PSSI.

“Kami sudah banyak rugi, jika tetap tidak ada kompetisi bagaimana kelanjutan kami?, Kalau tidak ikut ajang kompetisi ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, PSSI melarang anggotanya mengikuti turnamen piala Kemerdekaan. PSSI beranggapan piala Kemerdekaan tidak dikenal dan tidak mendapat ijin dari PSSI, sehingga sesuai dengan peraturan PSSI yang menjadi pedoman jalannya roda persepakbolaan Indonesia, segala bentuk turnamen yang tidak dikenal atau beraafiliasi dengan PSSI dilarang diikuti oleh anggota PSSI. (pul/im)