Jelang PSB, Harga Ternak dan Emas Jatuh

403
harga ternak anjlok lantaran aksi jual masyarakat meningkat menjelang PSB. (foto:duniasapi.com)

kabartuban.com— Meski waktu Penerimaan Siswa Baru (PSB) masih  agak jauh, namun pengaruhnya sudah mulai terasa terhadap harga ternak dan emas. Informasi yang dikumpulkan kabartuban.com, Senin (14/5), harga ternak, terutama sapi, mengalami penurunan hingga 20 % seminggu terakhir. Penurunan serupa juga terjadi pada perhiasan emas.

Salamun (36), pedagang ternak, mengatakan, harga sapi usia 2-2,5 tahun saat ini hanya berkisar Rp 4-4,2 juta/ekor. Minggu sebelumnya, harga sapi usia tersebut masih Rp 5 juta/ekor, bahkan sanggup menembus Rp 5,7 juta sampai Rp 6 juta jika bobot dan keadaan sapi baik, “ sekarang turun karena banyak yang jual ternak,” kata Salamun.

Menurut Salamun, turunnya harga ternak sudah lumrah terjadi pada bulan-bulan Mei hingga Juli. Bulan-bulan ini, kata Salamun, banyak pemilik ternak melepas ternaknya ke pasar untuk persiapan beaya masuk sekolah anak-anaknya.

Lutfi, warga Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan, membenarkan bila banyak pemilik sapi, termasuk dirinya, menjual sapi ternaknya untuk persiapan beaya masuk sekolah anaknya. Lutfi mengaku setengah terpaksa sebenarnya menjual seekor sapi peliharaannya pada saat harga sapi jatuh. “ Dengan harga sapi Rp 4 juta-an, jelas saya ya nggak dapat apa-apa. Lha biaya perawatannya selama ini nggak kehitung. Malah kalau dihitung betul, ya ada Rp 1,5 juta rugi saya,” keluh Lutfi.

Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Tuban sendiri mencatat, supplay sapi di tiga pasar hewan yang ada di Tuban, megalami penginkatan rata-rata 10 % sebulan terakhir.  Imron Achmadi membenarkan kemungkinan adanya pengaruh dekatnya waktu PSB terhadap meningkatnya supplay sapi tersebut. Rata-rata dari ketiga pasar hewan itu sebanyak 800-900-an ekor sapi terjual per minggu. Namun menurutnya, penurunan harga sapi itu lebih disebabkan oleh menurunnya produktivitas petani lantaran anomaly iklim masih terus berlanjut hingga hari ini. Akibat anomaly iklim itu, kata Imron, produksi petani tidak bisa maksimal, sehingga hasil panennya jarang bisa digunakan untuk menutup beaya tanam musim selanjutnya.

Imron beralasan, kecenderungan harga menurun semantara ini hanya berlaku pada ternak jenis sapi. Sementara kambing masih relatif stabil. Saat ini harga kambing masih berkisar Rp 600-1,5 juta untuk usia 2-2,5 tahun. Tetapi kemungkinan sebulan berikutnya, saat pelaksanaan PSB makin dekat, diprediksi harga kambing juga akan turun.

Selain ternak, pasar emas juga telah terpengaruh dekatnya pelaksanaan PSB.  Hartatik (43), kecamatan Kerek, mengatakan, perhiasan emasnya senilai 18 karat dihargai Rp 125 ribu/gram saat ini.Bulan lalu, saat ia menjual perhiasan emas dengan kualitas sama, harganya Rp 150 ribu/gram. “ Turunnya banyak, ya,” keluh Hartatik.

Sejumlah pemilik Toko Emas membenarkan bila harga emas untuk 18 karat ke bawah mengalami penurunan signifikan. Hal ini disebabkan banyaknya emas kualitas ini yang diterima, sementara pembelian malah cenderung menurun. Tetapi untuk emas kualitas 24 karat, kata seorang pemilik Toko Emas di bilangan Jl Ronggolawe, harga relatif stabil da nada tanda-tanda bakal semakin menguat lantaran harga emas dunia juga merangkak naik. “ Emas 18 karat ke bawah itu kan rata-rata yang dimiliki masyarakat. Udah biasa mereka menjualnya kembali waktu mau ada pendaftaran sekolah, jadi ya sekarang turun harganya. Kalau yang 24 karat, itu kan kalangan khusus, jadi stoknya ya lebih sedikit dan tidak pernah terjadi kelebihan stok,” jelas Enik, si pemilik Toko Emas itu.

Beberapa pengamat menilai, kecenderungan harga ternak dan barang-barang perhiasan  menurun saat menjelang PSB, menunjukkan begitu antusiasnya masyarakat untuk bisa berpartisipasi dalam pendidikan. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) pun mencatat angka partisipasi pendidikan lumayan tinggi. Hanya saja, kata Miftahul Huda, analis Bina Swagiri Foundation, pengorbanan masyarakat terhadap pendidikan ini belum diimbangi dengan baiknya layanan di sektor ini. Menurut Miftahul Huda, kondisi pasar atas ternak dan perhiasan emas yang mengalami peningkatan supplay akibat aksi jual masyarakat menjelang PSB, menjadi indicator masih mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk pendidikan anak-anaknya. (bek)