kabartuban.com – Menjelang arus mudik lebaran hari raya idul Fitri 1447 H, kondisi jalan Lingkar Selatan, atau Ringroad, Tuban kembali menuai soroto publik, pasalnya sejumlah titik khususnya yang berada di wilayah perunggahan Kulon mengalami kerusakan yang cukup parah, banyak warga yang bahkan menyebut bahwa jalur tersebut merupakan wisata Jeglongan Sewu, karena banyaknya lubang yang tersebar di berbagai ruas, terutama di jalur selatan.
Dari pantauan di lapangan, diameter Jalan kerusakan bervariasi mulai dari kedalaman 5 Cm hingga mencapai sekitar 50 CM, bahkan di beberapa titik, ruas badan jalan terlihat ambles. Kondisi ini menuai keluhan dari para pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Kerusaksan ini dinilai dapat beresiko terjadinya kecelakaan jika tak segera di tangani, terlebih saat hujan turun yang membuat jalan menjadi licin dan lubang tertutup genangan air.
Truk-truk yang bermuatan berat lebih dari delapan ton pun tidak memiliki pilihan, selain harus melewati jalur tersebut. meskipun penuh resiko mulai dari As kendaraan patah hingga truk terguling. Akibatnya para sopir truk terpaksa harus memperlambat lajunya dan berjalan dengan zig-zag untuk menghindari lubang di sepanjang jalan.
Salah satu warga perunggahan Kulon, Ali mengaku bahwa beberapa hari terakhir terdapat tiga truk yang terperangkap kedalam lubang jalan di wilayah tersebut, Bahkan, kata dia, sempat terjadi insiden truk gandeng yang terlepas dari kepala truknya.
“Kondisi jalan ini sangat membahayakan bagi para pengguna jalan, terlebih saat hujan turun menjadikan jalan akan lebih licin dan banyak kubangan yang dapat memicu kecelakaan khususnya bagian kendaraan roda dua,” katanya.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota Komisi I DPRD Tuban, Siswanto, menjelaskan bahwa sebetulnya pemerintah daerah pada tahun 2026 ini telah mengalokasikan anggaran sebesar 6 Miliar untuk perbaikan jalan di Ringroad.
Menurutnya, pihak DPRD juga telah melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah agar proyek perbaikan jalan dapat dimulai sejak awal tahun. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik Lebaran serta menjamin keselamatan pengguna jalan..
“Tapi kemarin ketika saja mencoba melintasi dan sembari mengecek jalan, ternyata proyeknya kok belum di mulai,”
Pria yang kerap mengenakan peci itu pun mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan sementara dengan menutup lubang-lubang besar sebelum arus mudik Lebaran Idul Fitri berlangsung. Sementara perbaikan total bisa dilaksanakan setelah Hari Raya.
“Semoga kami di Komisi I bisa segera melakukan rapat kerja dengan mitra terkait untuk mempertanyakan pelaksanaan anggaran APBD yang dialokasikan untuk pembangunan ini,” ujarnya.
Siswanto menambahkan, ketika proyek perbaikan mulai dikerjakan, pihaknya berkomitmen melakukan pengawasan lebih intens, terutama pada tahap pemadatan jalan. Meski demikian, ia mengakui pengawasan proses pemadatan tidak mudah dilakukan.
“Kualitas pemadatan sangat menentukan kualitas jalan. Beton tidak akan kuat menahan beban jika pemadatannya tidak maksimal, apalagi aspal,” jelasnya.
Ia berharap dinas terkait segera mengambil langkah penanganan dengan melakukan perbaikan sementara, terutama menutup lubang-lubang besar di jalan Ringroad Tuban sebelum arus mudik Lebaran berlangsung.
Di sisi lain, Satuan Lalu Lintas Polres Tuban berencana menerapkan rekayasa lalu lintas menyusul rencana pembangunan dan perbaikan di jalur ring road Tuban.
Kanit Turjawali Polres Tuban, Rizky DP, mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama proses pengerjaan berlangsung.
“Rekayasa lalu lintas akan diterapkan karena akan ada pembangunan dan perbaikan di jalur ring road,” ujarnya.
Rencananya, pekerjaan tersebut akan dimulai setelah perayaan Lebaran. Polisi juga akan menyiapkan sejumlah skema pengaturan arus kendaraan agar lalu lintas tetap berjalan lancar dan aman bagi pengguna jalan.
Sementara itu kepala dinas PUPR PRKP, Agung, belum memberikan keterangan lebih lanjut saat di hubungi awak media ini. (fah)



