Jenazah Pasien Covid-19 Bisa Menularkan Virus? Begini Penjelasan Dokter Ahli

kabartuban.com – Beberapa bulan belakangan, Indonesia akhirnya terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut berhasil menembus benteng pertahanan Indonesia setelah beberapa bulan menginfeksi hampir seluruh negera di dunia. Virus yang disebut juga sebagai Novel Coronavirus tersebut berhasil mematikan hampir ratusan ribu orang di dunia.

Berdasarkan data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kini jumlah orang yang terinfeksi mencapai 5.138, dengan 446 pasien diantaranya dinyatakan sembuh dan 469 pasien meninggal dunia.

Virus Corona dikenal sebagai virus yang bisa dengan mudah ditularkan melalui sentuhan, bersin, dan juga batuk tersebut mulai meresahkan banyak masyarakat. Akibat dari mudahnya penularan virus Corona, masyarakat akhirnya menerapkan Physical Distancing demi memutuskan rantai penyebaran Covid-19 tersebut.

Tidak hanya itu, stigma masyarakat Indonesia tentang penyebaran virus pada  jasad pasien Covid-19 pun masih melekat. Masyarakat khawatir akan terjadinya penularan pada jasad korban yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

Hal tersebut terjadi di Indonesia, tepatnya di Jawa Tengah. Jenazah Perawat dari RSUP dr. Kariadi Semarang yang meninggal dunia  karena terpapar Covid-19 ketika menangani pasien Covid-19  tersebut ditolak warga ketika hendak dimakamkan di TPU Siwarak, Lingkungan Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (9/4) lalu. Warga menolak pemakaman tersebut lantaran khawatir tertular virus yang dibawa oleh jenazah yang terinfeksi virus Covid-19.

Lalu, mungkinkah penularan terjadi dari jenazah korban meninggal dunia karena Covid-19 ?

Dilansir dari laman Kompas, sebuah laporan dari pada ikmuwan di Thailand menemukan kasus pertama dari jasad yang mentransmisikan virus corona kepada seseorang yang masih hidup. Kasus tersebut dijelaskan pada hari Minggu di Journal of Forensic and Legal Medicine, di mana di dalamnya dilibatkan pemeriksa medis forensi di Bangkok yang terjangkit virus Corona.

Won Sriwijitalai dari RVT Medical Center di Bangkok dan Viroj Wiwanitkit dari Hainan Medical University di China memberi penjelasan bahwa tidak mungkin karyawan tak dikenal tersebut terinfeksi virus dari seseorang yang masih hidup, karena ada komunitas terbatas yang tersebar di Thailand.

“Kecil kemungkinan para profesional kedokteran forensik melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi. Namun, mereka memang melakukan kontak pada sampel biologis dan mayat.”

Sementara itu, Department of Medical Services (DMS) di Thailand mengklaim, mayat pasien yang meninggal akibat Covid-19 tidak menular. Dr. Somsak Akhasilp, Direktur Jenderal DMS, mengatakan, virus tersebut mati ketika inang atau pembawanya meninggal. Sehingga, tidak ada kemungkinan virus tersebut ditularkan ke orang lain. Dr. Somsak memberikan kepastian, virus itu berhenti menyebar begitu pembawanya meninggal dunia.

Artikel, Penulis : Koko Dwi R, Editor : Aidilla Winda P

Sumber Data, laman kompascom

Populer Minggu Ini

Kades Tingkis Kembalikan Rp90 Juta ke Korban, Jaksa Tuntut 1 Tahun Penjara

kabartuban.com - Kasus dugaan penggelapan lahan yang menjerat Kepala...

Mahasiswa Segel Kantor Bupati Tuban, Soroti Mobil Dinas Rp1,2 Miliar hingga Nasib PPPK

kabartuban.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa...

Eks Make Up Artist di Tuban Ditangkap, 13 Gram Sabu Disimpan di Kotak Kosmetik

kabartuban.com - Seorang perempuan berinisial YF (35), warga Kabupaten...

Polres Tuban Ungkap Lima Kasus Prostitusi dalam Operasi Pekat Semeru 2026

kabartuban.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban berhasil...

PHE Tuban East Java dan Randugunting Gelar Safari Ramadan, Salurkan 1.200 Paket Sembako

kabartuban.com – Memasuki momentum penuh berkah di bulan Ramadan 1447...

Artikel Terkait