kabartuban.com – Pengawasan terhadap peredaran barang terlarang di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tuban diperketat. Petugas gabungan dari Lapas, kepolisian, TNI, dan BNNK Tuban menyisir sejumlah kamar hunian warga binaan sekaligus melakukan tes urine, Rabu (16/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib sekaligus bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar).
Razia dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Tuban, David Anderson Setiawan, bersama jajaran pejabat struktural dan petugas Lapas Tuban. Pengawasan diperkuat dengan keterlibatan personel Polsek Tuban, Koramil 0811/01 Tuban, serta BNNK Tuban.
Petugas gabungan menyasar kamar hunian di Blok A dan Blok B. Satu per satu kamar diperiksa secara teliti untuk memastikan tidak ada handphone, narkotika, maupun barang terlarang lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Hasilnya, petugas tidak menemukan barang yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba maupun benda terlarang yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Tuban.
Tak berhenti pada pemeriksaan kamar, petugas juga melakukan tes urine terhadap warga binaan sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh warga binaan yang mengikuti tes urine dinyatakan negatif narkoba.
Kepala Lapas Tuban David Anderson Setiawan mengatakan hasil tersebut menjadi dorongan bagi jajarannya untuk tidak mengendurkan pengawasan. Menurutnya, kondisi Lapas yang aman dan bersih dari narkoba harus dijaga melalui pengawasan yang dilakukan secara konsisten.
“Kami berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan dan melakukan upaya pencegahan terhadap masuknya barang-barang terlarang. Hasil razia yang tidak menemukan barang terkait narkoba maupun gangguan kamtib serta hasil tes urine yang negatif menjadi dorongan bagi kami untuk terus mempertahankan kondisi Lapas Tuban yang aman dan bersih dari narkoba,” ujar David.
David menegaskan, razia dan tes urine bukan sekadar kegiatan pemeriksaan rutin. Langkah tersebut merupakan bagian dari deteksi dini sekaligus upaya menjaga integritas jajaran pemasyarakatan.
“Razia dan tes urine ini merupakan langkah nyata dalam melakukan deteksi dini serta memastikan Lapas tetap aman, tertib, dan bersih dari narkoba. Kegiatan seperti ini harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan dengan melibatkan sinergi bersama aparat penegak hukum,” ungkapnya.
Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan mampu mempersempit celah masuknya barang terlarang sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Tuban tetap kondusif. (fah)
