kabartuban.com – Hari terakhir Pendaftar Peserta Didik Baru (PPDB) 2018, sejumlah wali murid tampak memadati salah satu SMP favorite di Tuban. Kedatangan mereka adalah untuk memastikan proses seleksi berjalan dengan baik tanpa kecurangan, pasca dugaan pemalsuan sertifikat prestasi yang dilakukan oknum orangtua calon siswa beberapa waktu lalu.
“Khawatir mas, mangkanya saya mau cek, masuk apa tidak anak saya di SMPN 3, ada masalah apa tidak,” ujar Fathiyah salah satu wali murid.
Menurut orangtua siswa ini, dugaan pemalsuan sertifikat yang dilakukan oknum orangtua calon peserta didik demi menambah skor agar masuk sekolah favorite membuat orangtua lainya khawatir. Mereka juga menyesalkan adanya tindakan yang sempat mencemarkan dunia pendidikan di Tuban itu.
Ditemui di kantornya, Humas SMPN 3, Hasan mengatakan, adanya kasus tersebut pihak SMPN 3 Tuban lebih memperketat lagi untuk mengkroscek sertifikat maupun ijasah yang bersal dari calon pendaftaran, dengan cara begitu kemungkinan pemalsuan sertifikat bisa lebih diminimalisr untuk menghindari siswa yang berlaku curang
“Adanya kasus tersebut, kita dari SMPN 3 lebih memperketat lagi sertifikat ataupun ijasah yang kami terima” jelas Hasan.
Dia menambahkan, untuk SMPN 3 sendiri belum ditemukan adanya kasus yang sama, yang menimpa SMP favorite yang lain, kendati begitu, masih ditemukan masalah PPDB terkait sertifikat ijasah munaqosah calon pendaftar yang diterima di SMPN 3, yang ternyata TPQ yang mengeluarkan sertifikat tersebut bukan dari TPQ yang direkomendasi pemerintah.
“Jadi ada calon pendaftar yang mendaftar dengan sertfikat munaqosah, tapi bukan dari TPQ yang direkomendasikan, meskipun dapat sertifikat lulus poinya tetap 400 tidak 800,” katanya.
Untuk di SMPN 3 Tuban sendiri, pendaftar PPDB sebanyak 598 pendaftar, untuk yang diterima dijalur tes ataupun prestasi ada 110 siswa, yang diterima dijalur tahfidz ada 2 siswa dan dan diterima dijalur reguler ada 112 siswa yang berhak masuk SMPN 3 Tuban. (Hon)
