Merasa Dirugikan Shuttle Bus Mini Peziarah, Ratusan Pebecak Kebonsari Datangi Kantor Pemkab Tuban

kabartuban.com – Ratusan pengemudi becak yang biasa mangkal di Terminal Kebonsari, Kabupaten Tuban, Geruduk Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Rabu (4/2/2026). Mereka menuntut pemerintah daerah menertibkan operasional shuttle atau bus mini pengangkut peziarah yang dinilai merugikan penghidupan warga.

Keberadaan shuttle-shuttle tersebut disebut menjadi penyebab utama sepinya terminal wisata. Bus-bus besar pembawa peziarah yang seharusnya parkir di Terminal Kebonsari justru terhambat dan memilih berhenti di sejumlah titik lain. Akibatnya, area parkir terminal terlihat kosong, sementara para pengemudi becak dan pedagang di sekitarnya kehilangan sumber pendapatan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan pebecak tiba di depan Kantor Pemkab Tuban sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka datang secara berombongan, sebagian berjalan kaki dan sebagian mengendarai becak. Di depan kantor, massa bergantian menyampaikan orasi dan tuntutan.

Dalam aksinya, para pebecak mendesak pemerintah daerah untuk mewajibkan seluruh bus peziarah yang menuju Makam Sunan Bonang agar parkir di Terminal Wisata Kebonsari. Selain itu, mereka juga meminta penghentian shuttle ilegal, penertiban becak motor (bentor), serta pengembalian becak sebagai moda transportasi utama bagi peziarah.

Salah satu pengemudi becak yang enggan disebutkan namanya mengaku keberadaan shuttle nakal telah mematikan rezeki para pebecak. Menurutnya, semakin sedikit bus yang masuk terminal, semakin kecil pula peluang mereka mendapatkan penumpang.

“Shuttle-shuttle itu bikin terminal sepi. Kami jadi susah dapat penumpang,” ujarnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono, menyatakan pemerintah daerah siap menindaklanjuti aspirasi para pebecak. Ia memastikan ke depan seluruh bus peziarah akan diarahkan untuk parkir di Terminal Wisata Kebonsari yang berada di Jalan Gajah Mada.

Anthon menjelaskan, selama ini banyak bus peziarah memilih parkir di sekitar Makam Tundung Musuh, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, serta kawasan Makam Bejagung di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding.

“Awalnya banyak yang parkir di Terminal Kebonsari, tapi sekarang cukup banyak yang parkir di Palang dan Semanding,” katanya.

Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh shuttle-shuttle untuk mengangkut peziarah dari lokasi parkir alternatif menuju Makam Sunan Bonang. Praktik ini berdampak langsung pada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas transportasi di terminal.

Selain itu, DLHP Tuban juga berencana menertibkan keberadaan becak motor. Penertiban akan dilakukan bersama Satlantas Polres Tuban karena kendaraan tersebut dinilai tidak sesuai dengan ketentuan teknis.

“Nanti bentor juga akan kami tertibkan bersama Satlantas,” tambahnya.

Pihaknya menambahkan akan memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengembangan pariwisata religi di Tuban tetap berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. (fah)

Populer Minggu Ini

Jalan Licin Hingga Tambak Keruh, Warga Bogorejo Tekan PT RSS Soal Limbah

kabartuban.com - Ketegangan antara warga Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar,...

Jalan Berlumpur dan Bahayakan Penggunaa jalan, Warga Bogorejo Geruduk Cucian Pasir

kabartuban.com - Jalanan licin bak kubangan lumpur, air tambak...

Dana MBG Mandek, Lima Dapur SPPG di Tuban Stop Beoprasi Sementara

kabartuban.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten...

Umat Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Gelar Aksi Damai, Tuntut Pengelolaan Dikembalikan ke Umat

kabartuban.com - Puluhan umat Kelenteng Kwan Sing Bio Tjoe...

Tradisi Kupatan, Cara Warga Tuban Maknai Malam Nisfu Sya’ban

kabartuban.com - Pada bulan Sya’ban, masyarakat Kabupaten Tuban dan...

Artikel Terkait