kabartuban.com- Mata Marsuti (55) terlihat berkaca-kaca menahan haru saat rombongan Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban Murtaji, saat mendatangi kediamanya di RT1/RW 1, Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, Tuban.
Kedatangan Kepala Dinas yang didampingi Camat dan Kepala Desa (Kades) setempat itu untuk menyerahkan bantuan bibit jagung dan pupuk dari Pemkab Tuban atas kerusakan ladang milik Marsuti pasca penyergapan enam terduga teroris yang bersembunyi di lahan jagung miliknya pada Sabtu sore (8/4/2017) lalu.
Dirumahnya yang sederhana, Marsuti dan Kasmin (60) suaminya masih nampak shock, warga Desa Suwalan ini kerap mengungkapkan ketakutanya kepada petugas TNI dan Polisi yang ikut mendampingi penyerahan bantuan.
“Saya berterimakasih mas dibantu, jagung saya memang rusak ada tiga petak, saya belum berani ke ladang, gak tahu ditanam kapan ini, saya juga dilindungi ya pak,” pinta Marsuti (11/04).
Wajar saja Marsuti dan Kasmin shock, pasalnya saat proses penyergapan, dia dan suaminya yang sedang membersihkan lahan jagung berada dalam satu petak di lahan jagung bersama enam terduga teroris yang sedang bersembunyi. Diapun menceritakan kondisi sesaat sebelum aksi baku tembak antara kelompok terduga teroris dan petugas gabungan TNI Polri.
“Saya lihat mereka mas, lalu saya berfikir, apakah itu yang dimaksud Pak Kades katanya penjahat, lalu saya diamankan pak Polisi dan suara dor-dor mulai terdengar,” kata wanita ini dengan bahasa Jawa.
Sementara itu, Â Kepala Dinas Pertanian Murtaji mengatakan, penyerahan Enam Zag Pupuk berbagai jenis dan 10 kilo gram bibit jagung tersebut bukanlah ganti rugi atas kerusakan jagung milik keluarga Marsuti dan suaminya.
Namun lebih kepada kepedulian pemerintah atas rusaknya lahan pertanian seluas kurang lebih 2.000 meter persegi milik mereka. Bantuan itu diharapkan mampu meringankan beban karena tanaman jagung mereka rusak.
“Selain enam zag pupuk juga ada bibit, kami berikan uang tunai Rp.2 juta untuk ongkos garap atau produksi, semoga ini bermanfaat,” terang Murtaji. (Luk)
