Angka Pengangguran Diperkirakan Naik 10 Persen

401
Latihan kerja diharap bisa menekan peningkatan pengangguran terbuka. (bekti/dok. blki tuban)

kabartuban.com-Jumlah pengangguran di Tuban diperkirakan bakal mengalami peningkatan 10 persen tahun ini. Hal tersebut disebabkan tahun ini jumlah siswa lulus yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya juga diperkirakan prosentasenya sebesar itu. Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Kependudukan (Dinsosnakerduk) Pemkab Tuban, Harsono Tri Asworo, menyampaikannya, Rabo (16/5).

Namun prosentase tersebut, lanjut Harsono, masih belum bisa dijadikan ketetapan. ” Semuanya masih perkiraan sementara. Itu hasil koordinasi kami dengan Dinas Pendidikan (Disdikpora,red). Bisa saja prosentasenya lebih kecil atau malah lebih besar dari prediksi,” kata Harsono.

Hingga hari ini, kata Harsono, pihaknya mencatat jumlah angkatan kerja sebanyak 668.365 orang, sementara kesempatan kerja tercatat 631.234. Sebanyak 37.131 angkatan kerja tidak tertampung dan ditetapkan sebagai pengangguran terbuka. Namun lagi-lagi Harsono menegaskan bahwa jumlah pengangguran terbuka bisa jadi lebih besar dari yang tercatat tersebut. Alasannya, catatan jumlah angkatan kerja itu hanya didasarkan pada jumlah pencari kerja yang tercatat di Disnakerduk. Padahal banyak pula pengangguran yang tidak mendaftarkan diri sebagai pencari kerja, dan juga pengangguran akibat PHK.

Harsono menambahkan, dari total pencari kerja yang tercatat di Dinsosnakerduk, lulusan SMA/SMK selalu menempati urutan teratas, disusul lulusan Diploma (D1 dan D2), lalu Sarjana S1. Pencari kerja dengan tingkat pendidikan SD justru jauh lebih sedikit dibanding pencari kerja dengan pendidikan di level atasnya. Pada 2008, tercatat hanya 11 lulusan SD yang terdaftar sebagai pencari kerja. Sedang untuk lulusan SMA/SMK sebanyak 1.242 orang, D1-D2 sebanyak 1.132, dan Sarjana S1 1.093 orang. Setahun berikutnya jumlah tersebut telah menjadi 2.459 orang untuk lulusan SMA/SMK, sedang lulusan SD tetap 11 orang, sementara lulusan D1-D2 dan S1 mengalami penurunan.

Tahun ini jumlah pencari kerja lulusan SD tinggal tercatat 1 orang, lulusan SMA/SMK-nya masih tersisa 10 orang yang belum mendapatkan pekerjaan, sementara lulusan D1-D2 tersisa 97 orang dan S1 tersisa 20 orang. Total hingga bulan ini jumlah pencari kerja yang telah mendapat penempatan kerja sebanyak 2.267 orang.

Mudjiono, Sekretaris Dinsosnakerduk Tuban yang turut menemui kabartuban.com, mengakui, masalah ketenaga kerjaan masih menjadi PR besar bagi Pemkab Tuban. Hal ihwal pengangguran sendiri, kata Mudjiono, kendati prosentasenya hanya 2,86 persen dari total penduduk usia produktif, bisa jadi masalah serius. Sebab tidak menutup kemungkinan di waktu-waktu berikutnya jumlah tersebut naik drastis dan mengakumulasi menjadi sebuah persoalan sosial yang lumayan berat. ” Pertumbuhan kesempatan kerja selalu tidak mampu mengimbangi laju pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja. Jadi meski perusahaan-perusahaan besar hadir di sini, bukan secara otomatis masalah tenaga kerja selesai,” kata Mudjiono.

Lugas Mudjiono mengatakan, pihaknya sedikit menyayangkan masih sedikitnya jumlah tenaga kerja lokal murni yang terserap dalam perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Tuban saat ini. Mudjiono enggan menyebut berapa prosentasenya bila dibanding tenaga kerja non lokal murni. Ia hanya berharap perusahaan-perusahaan semilah PT Semen Gresik, Tbk, PT Holcim Indonesia, Tbk, TPPI dan lainnya yang beroperasi di Tuban, bersedia terbuka dalam perekrutan karyawannya, dan selalu berkoordinasi dengan pihak Disnakerduk. ” Tapi kami sudah melakukan langkah-langkah positif ke arah itu. Masalah yang dikeluhkan oleh perusahaan-perusahaan itu adalah SDM, ya kita coba tingkatkan kemampuan SDM pencari kerja kita,” kata Mudjiono. (bek)