kabartuban.com – Kelangkaan pupuk bersubsidi yang berada di sejumlah wilayah Kabupaten Tuban pada musim tanam seperti saat ini menjadi permasalahan klasik yang belum teratasi. Kondisi tersebut membuat para petani resah karena kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan tanamannya.
Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Husein,M.Si saat dikonfirmasi menilai kalau hal tersebut sangat wajar terjadi, karena menurut Wabup pupuk bersubsidi untuk wilayah Tuban sangat ini kurang. Meski setiap tahun Pemkab Tuban telah berupaya menambah stok pupuk, dan itu tergantung dari kebijakan Pemerintah Pusat dan Provinsi Jatim.
“Dampak kelangkaan pupuk memang langsung dirasakan para petani jika musim tanam seperti ini, kita sudah berupaya melakukan pengawasan pada distribusi pupuk supaya tidak di selewengkan,” kata Wakil Bupati Tuban (17/10/2017).
Pandangan berbeda malah di sampaikan Ketua DPRD Tuban, M. Miyadi. Menurutnya kelangkahan pupuk terjadi di wilayah Bumi Wali Tuban ini dikarenakan masih ada mafia pupuk yang bermain.
“Salah satu faktor terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi di Tuban, karena masih ada mafia pupuk,” kata Miyadi, Ketua DPRD Tuban, Selasa, (17/10/2019).
Menurutnya, keberadaan mafia pupuk itu sangat merugikan petani. Sehingga, ia meminta aparat keamanan bertindak tegas jika menemukan pelanggaran atau penyeleweangan pupuk bersubsidi.
“Ini sudah menjadi perhatian serius dan akan dicarikan solusi terbaik, supaya para petani tidak dirugikan,” tambah Ketua DPRD Tuban dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sebatas diketahui, jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah yang didapat Pemkab Tuban tahun ini lebih sedikit dibading tahun sebelumnya. Hal tersebut berdasarkan catatan dari Dinas Pertania dan Ketahan pangan Pemkab Tuban
Pada tahun 2017 ini, jatah pupuk bersubsidi hanya mencapai sekitar 110.546 ton yang di distribusikan di 20 Kecamatan yang ada di Tuban. Sedangkan tahun lalu lebih banyak hingga mencapai sekitar 120.504 ton. (Dur)
