kabartuban.com – Menjelang azan magrib, denyut sore di Tuban kota berubah drastis. Warga berbondong-bondong menyusuri Jalan Sunan Kalijaga. Deretan tenda sederhana berdiri rapat, memajang kolak pisang berkuah santan, aneka gorengan hangat, hingga minuman berwarna-warni yang menggoda. Suasana riuh, aroma manis dan gurih bercampur, menjadi penanda khas Ramadan berburu takjil.
Namun, takjil di Tuban bukan hanya milik mereka yang berpuasa. Warga dari berbagai kalangan ikut meramaikan pasar sore ini. Ada yang membeli untuk berbuka, ada pula yang sekadar menikmati jajanan musiman yang hanya mudah ditemui saat Ramadan. Tradisi ini menjelma menjadi ruang kebersamaan, tempat semua orang larut dalam atmosfer yang sama.
Salah satu pengunjung, Syahrul warga asal Tuban mengungkapkan, bahwa setiap bulan puasa ia selalu menyerbu kuliner yang ada di jalan kalijogo tersebut.
“Setiap puasa ini yang di tunggu-tunggu yaitu berburu takjil sembari ngabuburit, meskipun tempat ini sudah disebut tepat kuliner, tetapi kalau bulan puasa terdapat vibes tersendiri mas, gak tau kenapa,” ungkpnya sambil membawa makanan.
Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tuban kembali membuka pasar takjil di dua titik. Selain Jalan Sunan Kalijaga yang telah menjadi lokasi langganan setiap Ramadan, pasar juga digelar di kawasan Jalan Yos Sudarso, tepatnya di sekitar Pantai Boom. Perluasan lokasi ini dilakukan untuk memberi alternatif bagi masyarakat sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Tuban, Nindya Mawardhani, menjelaskan bahwa pasar takjil di Jalan Sunan Kalijaga telah menjadi agenda rutin tahunan. Setiap Ramadan, kawasan tersebut selalu dipadati pedagang dan pembeli.
“Seperti tahun sebelumnya, di sepanjang Jalan Sunan Kalijaga akan banyak penjual makanan dan minuman takjil Ramadan. Tahun ini kami juga melaksanakan pasar takjil di kawasan Jalan Yos Sudarso agar semakin banyak pelaku UMKM yang mendapat berkah di bulan suci dan masyarakat semakin banyak pilihan hidangan berbuka,” ujarnya, Rabu (18/2).
Penambahan titik di sekitar Pantai Boom dinilai strategis. Selain menjadi lokasi favorit warga menikmati suasana senja, kawasan itu memiliki ruang yang lebih terbuka sehingga mampu menampung lonjakan pengunjung. Bagi pelaku UMKM, Ramadan memang menjadi momentum emas untuk meningkatkan pendapatan. Tak sedikit pedagang yang mengandalkan momen ini sebagai penopang usaha mereka sepanjang tahun.
Di balik semaraknya aktivitas jual beli, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pengaturan lalu lintas. Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban memberlakukan sistem satu arah di Jalan Sunan Kalijaga selama Ramadan.
Kepala DLHP Tuban, Anthon Tri Laksono, mengatakan kebijakan tersebut rutin diterapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Selama pasar takjil berlangsung, sisi kanan dan kiri jalan dipenuhi lapak pedagang serta kendaraan parkir pengunjung.
“Jika tetap diberlakukan dua arah, potensi kemacetan sulit dihindari. Karena itu setiap tahun kami berlakukan satu jalur dan sudah kami sosialisasikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tuban mengimbau warga tetap tertib berlalu lintas dan mengikuti pengaturan yang telah ditetapkan. Ketertiban menjadi kunci agar pasar takjil tidak hanya ramai, tetapi juga nyaman dan aman.
Lebih dari sekadar pusat kuliner, pasar takjil di Tuban telah menjadi potret denyut kehidupan Ramadan. Ia menghadirkan peluang ekonomi bagi UMKM, menjadi ruang perjumpaan sosial, sekaligus mempertegas bahwa tradisi berburu takjil adalah milik bersama tradisi yang selalu dirindukan setiap kali bulan suci tiba. (fah)
