Ratusan Hektar Tanaman Padi Dipanen Dini, Petani Rugi Jutaan Rupiah

321

update banjir 037kabartuban.com – Banjir luapan sungai bengawan solo di Tuban, Jawa Timur membuat ratusan hektar tanaman padi terpaksa dipanen dini untuk meminimalisir kerugian. Para petani hanya pasrah, karena gabah akibat banjir,  tak laku dijual. Sehingga kerugian dipastikan hingga jutaan rupiah.

Ratusan hektar tanaman padi yang terpaksa dipanen lebih awal tersebut berada di Desa Kanorejo, Tambakrejo, dan Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Tuban, Jawa Timur. Para petani setempat terpaksa memanen lebih awal tanaman padi yang masih tampak hijau karena khawatir rusak dan membusuk setelah terendam banjir selama tiga hari belakangan.

Di ketiga desa tersebut, total terdapat hampir 600 hektar tanaman padi yang baru berumur rata – rata 70 hingga 80 hari. Tingginya genangan air membuat petani setempat mempercepat masa panen yang semestinya baru berlangsung dua pekan lagi atau tanaman padi berumur 90 hingga 100 hari. Kini, para petani pun harus rela menanggung kerugian yang cukup besar karena ternyata gabah hasil panen yang masih hijau menjadi tidak laku dijual.

Dengan tingginya harga gabah kering panen saat ini yang mencapai rp. 4100/Kg para petani mengaku mengalami kerugian hingga kisaran rp 25 juta rupiah per hektarnya. Sebabnya jika dalam kondisi normal semestinya satu hektar lahan mampu menghasilkan hingga 7,5 ton gabah. Namun sayangnya akibat banjir, kini hasil panen tak lebih dari 3 ton saja dan itupun tak laku dijual karena gabah hasil panen masih terlalu hijau.

Samad ( Petani ) mengatakan, Atas kejadian ini, para petani setempat pun hanya pasrah. Mereka mengaku akan menyimpan hasil panen untuk cadangan pangan sehari – hari selama banjir berlangsung. Mereka juga berharap jika banjir surut, ada bantuan benih maupun pupuk gratis dari pemerintah, agar dapat bertanam padi kembali tanpa harus bingung berhutang ataupun mencari pinjaman modal bertanam. (s-one)