Revitalisasi Goa Akbar Ditunda, Pemkab Tuban Pilih Susun Grand Design Kawasan Wisata

kabartuban.com – Rencana revitalisasi Goa Akbar Tuban belum juga bergerak ke tahap pengerjaan fisik. Proyek yang sebelumnya masuk dalam rencana pengadaan tahun 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp9,6 miliar itu kini harus menunggu lebih lama.

Bukan karena proyek dibatalkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memilih menahan pengerjaan sembari mematangkan desain besar penataan kawasan wisata di pusat kota.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Tuban, Mohammad Emawan Putra, mengatakan penundaan dilakukan agar revitalisasi Goa Akbar tidak berdiri sebagai proyek yang terpisah dari kawasan wisata lainnya.

Menurut dia, pemerintah tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) secara terintegrasi. Konsep tersebut nantinya menjadi acuan dalam menata sejumlah destinasi dan ruang publik yang berada dalam satu kawasan.

“Perencanaannya ini butuh dimatangkan dan terintegrasi. DED-nya mulai dari Goa Akbar sampai Pantai Boom, artinya tidak bisa kita rencanakan terpisah-pisah,” kata Emawan, Kamis (20/8/2026).

Konsep besar tersebut mencakup sejumlah titik strategis, mulai dari Goa Akbar, kawasan Pasar Baru, Terminal Wisata Kebonsari, ruas Jalan AKBP Suroko dan KH Mustain, Museum Kambang Putih, Pasar Atom, hingga Pantai Boom.

Dengan pola tersebut, Pemkab Tuban ingin setiap proyek memiliki wajah dan konsep yang saling terhubung. Penataan tidak sekadar mempercantik satu destinasi, tetapi diarahkan membentuk sebuah kawasan wisata yang terintegrasi.

Emawan menjelaskan, setelah grand design selesai, masing-masing kawasan baru akan memiliki perencanaan teknis yang lebih rinci. Namun, desain tersebut tetap harus mengacu pada konsep utama yang telah ditetapkan pemerintah.

“Makanya diputuskan perencanaannya satu grand design. Baru setelah itu diserahkan ke bagian Goa Akbar perencanaan teknisnya seperti apa, biar matang betul tapi tetap sesuai DED utama,” jelasnya.

Ia menyebut proses penyusunan DED tersebut tengah dikebut. Pemkab Tuban menargetkan tahapan perencanaan dapat segera dirampungkan agar proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) bisa dimulai pada awal 2027.

Arahan tersebut, kata Emawan, juga berkaitan dengan besarnya kebutuhan anggaran untuk merealisasikan penataan kawasan wisata secara menyeluruh.

“Kalau arahan Pak Sekda idealnya di awal tahun sudah harus masuk proses PBJ, karena nilainya cukup besar. Harapannya seluruh tahapan pembangunan bisa tuntas tepat waktu di tahun berjalan,” ujarnya.

Tertundanya revitalisasi Goa Akbar juga memperlihatkan bahwa sejumlah proyek penataan destinasi wisata yang sebelumnya direncanakan pada 2026 belum seluruhnya masuk tahap pengerjaan fisik.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, selain Goa Akbar terdapat sejumlah proyek lain dengan nilai anggaran cukup besar. Di antaranya revitalisasi Pantai Boom sekitar Rp23,7 miliar, Pasar Atom Rp11 miliar, serta revitalisasi Taman Kapur dengan anggaran sekitar Rp16,6 miliar.

Dengan besarnya anggaran tersebut, Pemkab Tuban kini memilih memastikan konsep dan perencanaan benar-benar matang sebelum pembangunan dimulai.
Langkah itu sekaligus menjadi pertaruhan agar revitalisasi tidak berhenti pada perubahan tampilan fisik, tetapi mampu membentuk kawasan wisata yang saling terkoneksi dan memberi pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Tuban. (fah)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya