SMAN 1 Rengel Sikapi Tren AI di Sekolah

kabartuban.com – Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lingkungan sekolah semakin tidak dapat dihindari. Di tengah kemudahan AI dalam membantu siswa mencari referensi dan memahami materi, guru SMAN 1 Rengel, Fitri, menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

Menurut Fitri, AI dapat memberikan dampak positif apabila digunakan sebagai alat bantu belajar. Teknologi tersebut dapat membantu siswa mencari referensi, memahami materi yang sulit, hingga mempercepat proses belajar.

Namun, penggunaan AI menurutnya tidak boleh membuat siswa mengabaikan proses berpikir. Ia selalu menekankan kepada siswa bahwa AI hanya berperan sebagai asisten dan bukan pengganti kemampuan berpikir.

Dalam pembelajaran, siswa juga diminta menjelaskan kembali informasi yang diperoleh dari AI menggunakan bahasa sendiri. Guru memberikan studi kasus yang tidak sekadar dapat dijawab dengan menyalin hasil dari AI, serta mendorong siswa aktif berdiskusi.

“AI itu asisten, bukan pengganti otak,” ujar Fitri.

Fitri juga mengingatkan siswa untuk selalu memeriksa kembali informasi yang diberikan AI. Sebab, jawaban AI masih berpotensi mengandung kesalahan, menggunakan data yang sudah tidak relevan, maupun tidak sesuai dengan konteks persoalan.

Karena itu, siswa dibiasakan membandingkan informasi dari AI dengan buku pelajaran, sumber terpercaya, serta melakukan konfirmasi kepada guru.

Baca juga: 2.000 Pelajar di Tuban Dapat Bantuan Pendidikan dari BAZNAS

Menurutnya, kemampuan memverifikasi informasi menjadi salah satu keterampilan penting di tengah semakin mudahnya akses terhadap teknologi AI.

“Yang penting adalah mengecek kembali. Siswa yang cerdas bukan yang paling cepat mendapatkan jawaban, tetapi yang bisa memverifikasi kebenaran jawaban tersebut,” jelasnya.

Selain dalam pembelajaran akademik, pemanfaatan teknologi juga berkaitan dengan pengembangan keterampilan siswa di luar kelas. Salah satunya melalui ekstrakurikuler S’Devi Multimedia yang menjadi wadah siswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang desain grafis dan video.

Kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal dan memanfaatkan berbagai teknologi digital, termasuk AI, dalam proses kreatif. AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menggali ide, mengembangkan konsep visual, maupun mendukung proses produksi konten.

Baca juga: Siap Siaga Cegah Kebakaran Dimulai Dari Sekolah

Meski demikian, pemanfaatan AI dalam kegiatan multimedia tetap diarahkan agar tidak menghilangkan kreativitas dan kemampuan siswa. Siswa tetap dituntut memahami proses desain dan produksi video, mulai dari menentukan konsep, menyusun pesan, hingga menghasilkan karya yang sesuai dengan tujuan.

Dengan demikian, teknologi tidak hanya digunakan untuk memperoleh hasil secara instan, tetapi menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa.

“AI digunakan untuk membantu belajar, bukan untuk menghindari proses belajar itu sendiri,” pungkasnya. (meylia)

Banner

Berita Terbaru

Artikel Lainnya