kabartuban.com- Pedagang ikan asap di Jl. Panglima Sudirman, tepatnyadi di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban terus bertambah setiap tahun dari hanya beberapa pedagang saja, saat ini sudah puluhan pedagang ikan yang buka lapak di pinggir jalan.
Seperti Suryati (64) seorang pedagang ikan asap yang mengaku sebagai pedagang pertama di tempat itu mengungkapkan, dahulu hanya dia dan satu orang lagi yang berjualan sekaligus mengasapi ikannya di jalan, namun seiring dengan berjalannya waktu, pedagang ikan asap semakin banyak dan jumlahnya kini mencapai kurang lebih 30 pedagang.
“Dulu hanya saya, bakar di sini dan dijual di sini juga, sekarang sudah banyak,” kata Suryati (4/01).
Lebih lanjut diterangkan, bahwa Suryati berjualan di pinggir jalan ini sudah dilakukannya bertahun-tahun, meski sebenarnya lokasi yang digunakan tidak cukup aman karena berada di jalur utama Pantura Tuban. Saat ini ia bersama pedagang lain juga menggunakan badan jalan sebagai tempat berjualan.
“Pinggir jalan kadang gak enak kalau lagi ramai dan banyak kendaraan, apalagi kalo ada pembeli parkir di jalan, kadang juga jadi perhatian petugas (Satpol PP.red),” katanya.
Suryati dan pedagang lain berharap, deretan pedagang ikan asap yang sekarang berpotensi menjadi icon tuban ini, diberikan fasilitas oleh pemerintah setempat, apalagi ini juga sudah menjadi penggerak ekonomi sedikitnya 30-an kepala keluarga yang berjualan ikan asap di sepanjang Jl. Panglima Sudirman di Kelurahan Karangsari.
“Kalau pemerintah memperhatikan ya bagus, ini di pinggir jalan, mungkin dibuatkan pasar begitu,” harap ibu empat anak ini.
Gayung bersambut, menanggapi keinginan para pedagang, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Kopersi, Kabupaten Tuban, Ir. Farid Achmadi mengaku, pihaknya sudah memikirkan tempat bagi para pedagang, namun tempatnya harus berada di sekitar lokasi pedagang saat ini agar tidak terlalu jauh.
“Kita sudah memikirkan itu, malah kami pernah membahas, ada pasar khusus ikan asap di depan kantor perikanan, yang jaraknya tidak terlalu jauh,” kata Farid.
Meski sudah ada wacana pasar khusus ikan asap, sejauh ini belum ada kabar pasti kapan akan direalisasikan, namun potensi itu kata Farid harus segera digarap, agar tidak mengganggu arus jalan.
“Itu potensi bagus, dulu beberapa orang pedagang, sekarang sudah 30 lebih data kami, ini berati tumbuh dari bawah yang berpotensi terus berkembang lagi,” pungkas Farid. (Lk)
