Takut Dampak Uji Coba Ulang Pengeboran, Warga Minta JOB-PPEJ Hentikan Pengeboran

586
SUMUR SUMBER 1 JOB OPPEJkabartuban.com – Setelah terhenti beberap bulan dalam pengeboran akibat mata bor yang terhalang batu besar di kedalaman 840 Fit, eksplorasi sumur Sumber 1 di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban kembali dimulai.
Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) selaku Operator lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban, saat ini kembali melakukan proses pengeboran uji coba semenjak peresmian pada 13 Juni 2013 kemarin.
“Sedang dalam uji coba dan Alhamdulillah hasilnya bagus,” Kata Field Admint Superintendant JOB PPEJ, Hananto Aji saat dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui phonselnya.
Akan tetepi saat dikonfirmasi lebihlanjut terkait dengan uji coba tersebut Hananto masih enggan memberitahukan seberap besar potensi yang terkandung di dalam sumur Sumber 1 tersebut. Hananto hanya menjelaskan kalau hal itu akan diketahui setelah pengeboran uji coba ini selesai.
“Belum, masih dalam tes. Sekitar satu bulanlah waktunya,” Kata Hananto Aji
Sementara itu, Warga Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, mengaku resah dengan uji coba pengeboran yang dilakukan JOB PPEJ di sumur Sumber 1, Desa Sambonggede, Merakurak, Tuban.
Penduduk Desa Sumber memang terkena dampak langsung dari pengeboran yang dilakukan di sumur Sumber. Meski secara administratif sumur Sumber masuk wilayah Desa Sambonggede, namun secara geografis pengeboran sumur tersebut lebih dekat dengan pemukiman dari warga Desa Sumber.
“Kemarin sempat dicoba, suaranya nyaring dan warga sini banyak yang berlarian ke luar rumah,” Kata Sumini salah satu warga Desa Sumber (29/10).
Lebih lanjut diterangkan, Sumini mengaku kepanikan warga itu dirasakan sekitar dua hari lalu. Saat itu terdengar suara yang nyaring, dan ada getaran yang selama ini belum pernah mereka rasakan. “Suaranya bising dan getarannya mirip dengan Lindu  (gempa bumi),” tambah Sumini.
Kondisi ini tidak berlangsung lama, karena beberapa warga dan pemuda langsung mendatangi lokasi pengeboran. Mereka meminta supaya pengeboran tersebut dihentikan, karena takut beberapa dampak dari pengeboran tersebut.
“Takut saja, kalau ada apa-apa bagaimana?” Pungkas Sumini. (kh)