Tarik Wisatawan & Investor, Pemkab “bedah” City Branded Tuban Bumi Wali

658
Sarasehan Bumi Wali (4)kabartuban.com – Brand kabupaten Tuban yang dulu terkenal sebagai kota Tuak dan ada yang menyebut sebagai bumi Ronggolawe, serta saat ini menjadi “Tuban Bumi Wali” merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk memperbaiki tatanan sosial kehidupan masyarakat.
Selain itu, Kabupaten Tuban juga dipercaya sebagai salah satu tempat pusat peradaban penyebaran agama islam di tanah jawa. Sehingga, dengan tagline Bumi Wali The Spirit Harmony Tuban diharapkan mampu memiliki tata kehidupan dan tata sosial yang lebih mapan.
Hal ini terungkap pada acara sarahsehan dan sosialisasi Tuban Bumi Wali. Sarasehan yang mengusung tema peran media dan generasi muda dalam mempertahankan kearifan lokal sebagai pendukung upaya pencintraan Tuban Bumi Wali. Sedangkan, acara sarasehan tersebut digelar di Gedung Korpri Tuban, (20/11).
Sebagai pemateri dalam sarasehan tersebut, Suwanto dari Bapeda Kabupaten Tuban dan Suhariyadi yang merupakan pengamat sejarah Tuban dan Dosen dari Unirow Tuban. Menurut Suhariadi dalam paparan materinya, tagline Tuban Bumi Wali merupakan salah satu upaya untuk memperkuat kebudayaan lokal.
Selain itu, city branded, Tuban Bumi Wali The Spirit Harmoni sebagai upaya membangun identitas daerah yang memiliki ciri khas dan keunikan sebagai daya tarik wisata dan investasi regional, nasional, maupun internasional. ”Ini salah satu tujuan dalam kontek wisata dan ekonomi,” Kata Dosen Unirow ini
Lebih lanjut Suhariyadi menjelaskan, citra kota Tuban Bumi Wali juga merupakan representasi identitas diri sebagai masyarakat yang memiliki kekayaan sejarah kewalian dan keutamaan spiritual pada masa lalu. Selain itu, juga merupakan rekontruksi dan reproduksi nilai-nilai yang telah dimiliki bersama.
Dan nilai-nilai tersebut saat ini sedang dihadapkan pada perubahan sosial budaya yang cenderung menguras nilai-nilai kewalian. ”Dengan Tuban Bumi Wali diharapkan masyarakat Tuban memiliki budaya dan tingkah laku yang lebih luhur,” Pungkas Suhariyadi. (kh)