Tekan Stunting, Solusi Bangun Indonesia Latih 115 Kader Kesehatan di Tuban

kabartuban.com – Penurunan angka stunting di Kabupaten Tuban sebesar 11,3 persen sepanjang 2024 menjadi modal penting dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Upaya tersebut mendapat penguatan dari keterlibatan dunia usaha, salah satunya melalui pelatihan kader kesehatan yang digelar PT Solusi Bangun Indonesia Tbk pada awal Desember 2025.

Sebanyak 115 kader kesehatan dari enam desaGlondonggede, Merkawang, Sawir, Karangasem, Mliwang, dan Kedungrejo mengikuti pelatihan yang berlangsung di Taman Hutan Kota Abipraya, Tuban, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Solusi Bangun Indonesia dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, serta Puskesmas Jenu, Tambakboyo, dan Kerek.

Pelatihan difokuskan pada penguatan kapasitas kader, khususnya dalam pemahaman kesehatan ibu dan anak serta mutu gizi makanan, sebagai garda terdepan pencegahan stunting di tingkat desa.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., menekankan pentingnya peningkatan kompetensi kader kesehatan. Ia menyebutkan bahwa kader idealnya menguasai 25 kompetensi dasar, termasuk edukasi gizi dan pendampingan keluarga.
“Harapannya, pelatihan ini mampu memperluas wawasan dan meningkatkan kapabilitas kader dalam mengedukasi masyarakat, agar mampu mengelola potensi dan sumber daya di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan gizi,” ujarnya.

Sementara itu, General Affair & Community Relations Manager Solusi Bangun Indonesia Pabrik Tuban, M. Yunani Rizzal, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong keberlanjutan sosial.
“Perkembangan Kabupaten Tuban berjalan pesat di berbagai sektor. Sebagai bagian dari masyarakat, kami merasa perlu berkontribusi memastikan tumbuh kembang generasi masa depan berjalan optimal,” katanya.

Menurut Yunani, program pelatihan kader kesehatan tidak berhenti pada satu kegiatan. Ke depan, Solusi Bangun Indonesia akan mengembangkannya secara berkelanjutan, termasuk melalui kreasi menu sehat berbasis pangan lokal agar pemenuhan gizi anak dapat dilakukan dengan bahan yang mudah dijangkau masyarakat.

Selain materi kelas, pelatihan juga dirangkai dengan kegiatan team building untuk memperkuat kolaborasi antarkader dalam upaya pencegahan stunting. Tak hanya itu, peserta juga mengikuti lomba kreasi menu sehat dari olahan pangan lokal, sebagai upaya mempromosikan pola makan bergizi, terjangkau, dan berbasis potensi daerah.

Melalui sinergi pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan sektor swasta, Kabupaten Tuban diharapkan mampu menjaga tren penurunan stunting sekaligus menyiapkan generasi yang lebih sehat dan berdaya saing di masa depan. (fah)

Populer Minggu Ini

Seorang Lansia di Semanding Ditemukan Meninggal Gantung Diri Saat Lebaran

kabartuban.com - Berita ini ditulis tidak bertujuan untuk menginspirasi...

Libur Lebaran, 9 Pantai di Tuban Ini Jadi Rekomendasi Wisata Keluarga saat idul Fitri

kabartuban.com - Momentum libur Idul Fitri dimanfaatkan masyarakat untuk...

Amankan Stok LPG 3 Kg, Tambahan 51 Ribu Tabung Disiapkan

kabartuban.com - Momentum Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan gas...

Usai Lonjakan Jelang Lebaran, Harga Sembako di Kabupaten Tuban Kembali Stabil

kabartuban.com - Momentum perayaan Idulfitri 1447 Hijriah yang identik...

Mendekati Lebaran, Warga Tuban Kesulitan LPG 3 Kg

kabartuban.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kelangkaan LPG...

Artikel Terkait