kabartuban.com – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) tahun 2017 mengangkat tenun sebagai program unggulan. Salah satunya tenun batik Gedog yang merupakan warisan budaya yang dimiliki Kabupaten Tuban.
“Sesuai dengan visi misi Dekranas, pada tahun 2017 ini akan mengangkat tenun, salah satu yang akan kita kembangkan adalah tenun sabu di NTT, tenun simpang di Kalimantan Barat, Tenun Donggala di Sulawesi,” ungkap Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Bintang Puspayoga saat ditemui usai acara di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Sabtu (4/3/2017).
Melalui program tersebut, lanjut Bintang dapat mgenalkan tenun ke masyarakat dengan memberikan pemahaman untuk mecintai tenun. Sebab, di era sekarang untuk menduniakan tenun bukan hal yang mimpi lagi, karena belakangan ini dikalangan desainer nasioanl yang sudah mngikuti eksibisi fasion internasioal sudah membuka mata duia terkait indahnya pesona tenun Indonesia.
“Semoga dengan temuan-temuan dan ide yang kita bawa ini bisa menggali dan mengembangkan, sehingga untuk meningkatkan kualitas bisa terwujud,” pungkasnya.
Masih terang Bintang, dengan etos kerja masyarakat Tuban yang tinggi, perlu adanya pendampingan untuk memberikan sentuhan, memberikan kreasi pada tenun batik Gedog, sehingga hasilnya bisa memenuhi keinginan pasar. Sebab, selama ini hasilnya masih dinilai keras.
“Kemarin kita sudah uji coba alat, jadi sekarang sudah menggunakan alat dari dinamo bukan manual lagi. Hasil jauh lebih bagus dan dari segi waktu juga bisa lebih efesien,” ujarnya.
Diakuinya, pemasaran dan permodalan masih menjadi masalah yang membudaya. Selain itu, terkadang juga terkendala bahan baku, hal itulah yang akan disiapkan untuk konsep di hulu maupun hilir.
“Biasanya kalau bahan produksinya tinggi bahan bakunya terkendala, ketika ada keinginan pasar tinggi, pengrajinnya yang tidak siap. Kalau di Tuban ini saya lihat lengkap,” bebernya.
Bintang menambahkan, untuk itu, pihaknya berupaya bekerjasama dengan mengkuti pameran di tingkat nasional maupun internasioal. Dengan kerjasama diseluruh lintas sektoral yang dibangun bisa memberikan peranan yang terbaik, sehingga bisa meringankan pengrajin disemua lini, baik dari kesiapan bahan bakunya, permodalannya serta pemasarannya. (har)
